JAKARTA –PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali berbagi kasih bersama 1000 anak yatim di Jakarta dengan memberikan bantuan senilai Rp200 juta. Ini adalah tahun ke-5 perusahaan tersebut melakukan kegiatan berbagi kasih dengan anak yatim pada Ramadan di Jakarta.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, DR. (H.C) Irwan Hidayat kepada para perwakilan anak-anak yatim dari lima belas lembaga atau yayasan, disaksikan oleh Lurah Cipete Selatan Supriono, pada Kamis, 5 Maret 2025 di kantor Sido Muncul Jakarta.
Adapun kelima belas Yayasan tersebut adalah Al-Ikhlas Cipete, Mizan Amanah Cilandak, Pengajian H. Saidi, Panti Asuhan Mizan Cipete Utara, Yayasan Al-Andalusia, Majelis Ta’lim At Taufik, Majelis Ta’lim Al Muawwanah, Al Ittihadiyah, Panti Yasni (Yayasan Sejahtera Insani), Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia, Panti Asuhan Yos Sudarso, Mizan Pasar Minggu, Mizan Karang Tengah, Panti Asuhan Anak Yatim Piatu Muslim Nusantara Foundation,dan Kelurahan Cipete Selatan.
Irwan Hidayat mengatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud syukur perusahaan bisa berbagi, dimana menjelang usianya yang ke-75 tahun pada November mendatang, Sido Muncul bisa memberikan manfaat kepada sesama.
“Kami sangat bersyukur bisa berbagi kepada anak-anak yatim di wilayah Cipete dan sekitarnya. Bantuan yang kami berikan ini berupa uang tunai senilai Rp200 juta, nantinya setiap anak akan mendapatkan dua ratus ribu rupiah,” ujar Irwan Hidayat.
Diakui Irwan, bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah, dan ini merupakan kesempatan untuk berbuat baik dan berbagi kebahagiaan khususnya kepada anak-anak yatim. Sekecil apapun bantuan yang diberikan pasti akan bermanfaat bagi penerimanya.
Selain bantuan untuk 1.000 anak-anak yatim di jakarta, bantuan serupa juga akan diberikan oleh Sido Muncul kepada 1000 kaum duafa di wilayah Semarang pada minggu mendatang.
“Kegiatan ini rutin telah kami lakukan sejak sepuluh tahun lalu di Semarang. Sementara di Jakarta ini merupakan tahun ke-lima. Kami sangat bersyukur dan berharap melalui santunan ini bisa bermanfaat dan membantu sebagian kecil kebutuhan mereka terutama dalam menyambut Hari Raya,” tutur Irwan.
Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Di hadapan anak-anak yatim, Irwan menyampaikan kekagumannya pada sosok Nabi Muhammad SAW yang mampu mengendalikan diri, mengendalikan amarah saat berdakwah. “Yang saya baca, Nabi Muhammad SAW saat berjuang pernah dilempari batu, pernah diludahi oleh orang Yahudi, namun Nabi Muhammad tak sekalipun membalas. Kebencian tidak lantas dibalas dengan kebencian,” kata Irwan.
Sikap Nabi Muhammad yang demikian tersebut membuat seorang Yahudi dengan rela hati memeluk Islam. “Nabi Muhammad mencintai musuhnya dengan caranya,” jelas Irwan.
Irwan juga berkisah bagaimana ia meraih gelar doktor kehormatan meski tanpa bersekolah tinggi dan hanya menekuni dunia jamu. Saat perayaan digelar, panitia menawarkan doa dengan cara Katolik. Namun Irwan menolaknya dan meminta rasa syukur disampaikan melalui doa orang-orang muslim.
“Yang datang hari itu 80 persen kan orang Islam, maka saya minta doanya pakai cara Islam. Tuhan pasti akan bertanya siapa orang ini, kok Katolik tetapi didoakan dengan cara Islam. Di sini pasti karena ada cinta,” tambahnya.
Menurut Irwan, Sido Muncul bisa tumbuh besar seperti sekarang ini karena ia dan keluarga menggunakan Rahmatullah, sesuatu yang diberikan oleh Tuhan yakni intligensi dan akal budi.
“Akal budi mengajarkan kita untuk berbuat seperti yang kita inginkan. Kalau kita ingin dihormati ya harus menghormati orang lain, kalau kita mau dicintai ya harus mau mencintai orang lain,” ujarnya.
Karena itu, jika anak-anak ingin sukses, Irwan berpesan gunakan intelegensi dan akan budi. “Kalau kalian menggunakan intelegensi dan akal budi, saya garansi kalian akan sehat dan cari nafkah dengan baik. Itu janji Tuhan,” tutup Irwan. (in)







Komentar