JAKARTA-Kecepatan mengenali gejala, memberikan penanganan awal, dan menentukan rujukan sangat penting dalam kegawatdaruratan kardiovaskular. Untuk memperkuat kemampuan tersebut, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD Harapan Kita) bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan “Primary Care Update: Cardiovascular Emergency and Referral System” bagi dokter umum Puskesmas se-DKI Jakarta.
Kegiatan di Taman Galaxy, Gedung Ventrikel Lantai 5 RSJPD Harapan Kita ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 dan rangkaian HUT ke-41 RSJPD Harapan Kita. Tema yang diangkat ialah “Optimalisasi Deteksi Dini, Tata Laksana Awal, dan Sistem Rujukan Penyakit Kardiovaskular pada Anak dan Dewasa.”

Beban Penyakit Jantung di Jakarta Menguatkan Pentingnya Deteksi Dini Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,85 persen secara nasional dan 1,56 persen di DKI Jakarta.
Angka tersebut menunjukkan proporsi penduduk yang pernah mendapat diagnosis dokter, bukan jumlah kasus kegawatdaruratan jantung. Data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), kasus kematian akibat penyakit jantung atau kardiovaskular di Indonesia sebanyak 251,09 per 100.000 orang pada 2019. Jumlah itu meningkat 1,25% dibandingkan setahun sebelumnya yang sebanyak 247,99 kematian per 100.000 penduduk.
“Puskesmas memiliki peran penting sebagai tempat masyarakat pertama kali mencari pertolongan. Ketika tanda penyakit jantung dapat dikenali lebih dini dan pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang tepat maka kesempatan untuk memperoleh pelayanan lanjutan akan lebih baik sehingga peluang pasien untuk tertolong akan sangat besar. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat kerja sama antara layanan primer dan RSJPD Harapan Kita,” ujar Dr. dr. lwan Dakota, Sp. JP (K), MARS, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita.
Dokter Puskesmas Perbarui Penanganan Awal
Dalam seminar ilmiah, clinical update, dan diskusi kasus, peserta memperoleh pembaruan mengenai Kegawatdaruratan Kardiovaskular pada Dewasa di Layanan Primer: Kenali Lebih Cepat, Rujuk Lebih Tepat, yang disampaikan oleh dr. Vidya Gilang Rejeki, Sp. JP (K). Sesi lainnya membahas Deteksi Dini dan Rujukan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak di Layanan Primer, bersama dr. Rissa Ummy, Sp.JP.
“Dalam kegawatdaruratan kardiovaskular, dokter layanan primer perlu mengenali tanda bahaya, melakukan penanganan awal dan menentukan kebutuhan rujukan secara cepat dan tepat merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dalam tatalaksana penyakit jantung. Komunikasi yang baik antar fasilitas kesehatan juga membantu memastikan kesinambungan penanganan pasien” ujar dr. Muhadi, Sp. PD, KKV, M.Epid, Direktur Medik dan Keperawatan RSJPD Harapan Kita.
Peserta juga mengikuti hospital tour ke ruang Cathlab, Rehabilitasi, MSCT/MRI, CVC, dan Echocardiography. Pengenalan fasiitas ini memberi dokter Puskesmas gambaran mengenal layanan kardiovaskular lanjutan di RSJPD Harapan Kita sekaligus membuka ruang komunikasi dengan tenaga medis rumah sakit
Sebagai Pusat Jantung Nasional, RSJPD Harapan Kita terus mendukung penguatan jejaring pelayanan kardiovaskular. Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Puskesmas se-DKI Jakarta, kegiatan ini diharapkan memperkuat kesinambungan pelayanan, mulai dari deteksi dini dan penanganan awal hingga rujukan pasien yang membutuhkan layanan lanjutan. (fs)







Komentar