JAKARTA — Yayasan Kemanusiaan Rombsis (YK Rombsis) Indonesia menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Joeang 45, Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pengurus, anggota, serta peserta dari lingkungan YK Romsis Indonesia.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya sekadar menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa, tetapi kami manfaatkan juga untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesame,” kata Ketua Umum YK Rombsis Indonesia, Andi Idhanursanty, seusai memimpin upacara di Gedung Joeang ‘45, Kamis (01/10/2026).
Menurut Idha, dalam kegiatan ini dirinya berpesan dengan sangat akan pentingnya menjaga persatuan. Ditengah berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat, setiap individu dinilai memiliki peran untuk menjaga hubungan baik dengan sesama dan menghindari berbagai sikap yang dapat memicu perpecahan.
“Saya juga mendoakan agar seluruh peserta upacara senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan aktivitas serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila harus dimaknai sebagai pengingat bagi seluruh anak bangsa untuk terus menjaga kesatuan dan persatuan. Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
Ia mengingatkan kepada seluruh peserta upacara agar membangun kebiasaan saling menghargai dan tidak mudah membicarakan keburukan orang lain.
“Jangan terbiasa menggibah sesama teman sendiri. Menceritakan kejelekan teman lain, kita satu keluarga NKRI. Kita manusia biasa, tingkatkan introspeksi diri, tak perlu menjelekkan teman kepada orang lain dan kita bukan manusia suci,” tegas Idha di hadapan peserta upacara.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar YK Rombsis Indonesia. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga introspeksi diri menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antarsesama.
Ia menilai semangat persaudaraan harus terus dirawat agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh atau menimbulkan konflik. Sebaliknya, perbedaan perlu disikapi dengan saling menghormati dan mengedepankan semangat kebersamaan.
Nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat Pancasila yang mengajarkan persatuan, gotong royong, kepedulian, dan kemanusiaan. Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong lahirnya tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tidak Sekadar Seremonial
Semangat tersebut kemudian diwujudkan YK Rombsis Indonesia melalui kegiatan sosial. Usai pelaksanaan upacara, YK Rombsis Indonesia menyalurkan bantuan berupa beras kepada masyarakat dan lembaga yang membutuhkan.
Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencapai 2 ton beras. Sebagian bantuan, sebanyak 1 ton beras, diberikan kepada Yayasan Anak Yatim Piatu yang diasuh oleh Syarifah Mutma’inah.
Sementara itu, bantuan beras lainnya disalurkan kepada sebuah pondok pesantren yang dipimpin oleh Hajifudin.
Andi Idha Nurasanty mengatakan, bantuan untuk pesantren tersebut langsung dikirimkan sebagai bagian dari kepedulian organisasi terhadap lembaga yang menjalankan kegiatan sosial dan pendidikan.
“Bantuan beras langsung dikirim ke pesantren,” ujar Idha.
Penyaluran bantuan pangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Bagi YK Rombsis Indonesia, kepedulian sosial merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui bantuan tersebut, YK Rombsis Indonesia ingin menunjukkan bahwa semangat Pancasila dapat diwujudkan dalam tindakan sederhana namun memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Bantuan beras juga diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima, khususnya anak-anak yang berada dalam pengasuhan yayasan serta lingkungan pesantren.
Doa bagi Para Pahlawan
Selain berbicara mengenai persatuan dan kepedulian sosial, peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum bagi YK Rombsis Indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi bangsa dan negara.
Andi Idha Nurasanty mengajak seluruh peserta untuk tidak melupakan jasa para pahlawan. Menurutnya, kehidupan bangsa Indonesia yang dapat dinikmati saat ini tidak terlepas dari perjuangan panjang para pendahulu.
Ia pun menyampaikan doa agar para pahlawan yang telah berjasa bagi kemerdekaan Indonesia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga para pahlawan ditempatkan di sisi-Nya,” tuturnya.
Semangat untuk mengenang jasa para pahlawan tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Nilai perjuangan, persatuan, dan pengorbanan yang telah ditunjukkan para pendahulu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Sementara itu, Pengasuh Yayasan Anak Yatim Piatu, Syarifah Mutma’inah, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas bantuan yang diberikan YK Rombsis Indonesia.
Menurut Syarifah, bantuan tersebut sangat berarti bagi yayasan yang selama ini mengasuh anak-anak yatim dan yatim piatu.
Ia menyebutkan, yayasan yang diasuhnya saat ini memiliki sekitar 800 anak yatim piatu, sementara jumlah anak yatim mencapai sekitar 420 anak.
“Yayasan kami mengasuh sekitar 800 anak yatim piatu, sedang anak yatim sejumlah 420 anak. Terima kasih YK Rombsis,” ucap Syarifah.
Bantuan beras yang diberikan diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan anak-anak yang berada dalam pengasuhan yayasan.
Bagi Syarifah, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam keberlangsungan kegiatan yayasan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.
Pancasila dalam Aksi Nyata
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar YK Rombsis Indonesia pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan untuk memperingati momentum kebangsaan.
Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarpengurus dan anggota, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, serta mendorong kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Pesan yang disampaikan Ketua Umum YK Rombsis Indonesia mengenai pentingnya introspeksi diri dan menjaga hubungan baik dengan sesama menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan di lingkungan masyarakat.
Sementara penyaluran bantuan 2 ton beras menjadi bentuk nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan langsung.
Bagi YK Rombsis Indonesia, semangat Pancasila bukan hanya tercermin dalam upacara dan simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga dalam bagaimana setiap orang memperlakukan sesama dengan baik, menjaga persatuan, bergotong royong, serta hadir membantu mereka yang membutuhkan.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila pun diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan dan kesatuan bangsa.
Di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin beragam, sikap saling menghormati, tidak saling menjatuhkan, dan mengedepankan kepedulian menjadi bagian penting dalam menjaga kebersamaan.
Melalui peringatan tersebut, YK Rombsis Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Upacara di Gedung Joeang ‘45 Jakarta menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa, sementara bantuan kepada yayasan anak yatim piatu dan pondok pesantren menjadi bentuk kepedulian yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana: menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, melakukan introspeksi, bergotong royong, dan peduli terhadap sesama.(fs)







Komentar