SUKABUMI — Korps Marinir TNI Angkatan Laut resmi memulai pembangunan Lapangan Tembak Internasional di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 6 Antralina, Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026).
Pembangunan sarana latihan modern ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP.
Fasilitas ini dirancang memiliki lintasan utama sepanjang 1.300 meter dengan lebar area tembak 70 meter. Kawasan terpadu ini dilengkapi gedung utama, dua menara tembak, jalur akses khusus, area parkir, serta infrastruktur pendukung berstandar internasional.
Berdasarkan paparan Direktur Utama PT Kenzi Mitra Abadi, Agung, progres pematangan lahan tahap pertama telah mencapai 75 persen per 29 September 2026. Pembangunan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari penataan menara tembak, penentuan titik nol, hingga penyempurnaan lintasan.
Pangkormar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi menegaskan, pembangunan sarana ini bukan sekadar menambah fasilitas fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk prajurit yang mahir menembak secara terukur, disiplin, dan profesional.
“Pembangunan ini menjadi awal lahirnya fasilitas latihan bernilai strategis bagi Korps Marinir dalam meningkatkan profesionalisme, kemampuan, dan kesiapsiagaan prajurit,” tegas Pangkormar.
Rangkaian kegiatan diawali sambutan Danpuslatpurmar 6 Antralina Letkol Marinir Wachid Purwadi dan paparan teknis pelaksana proyek. Selanjutnya, Pangkormar memimpin peletakan batu pertama yang diikuti Kepala Staf Korps Marinir, para Asisten Pangkormar, Dankolatmar, serta Danpuslatpurmar 6 Antralina, dilanjutkan penandatanganan prasasti.
Dalam agenda tersebut, Pangkormar juga meninjau dan meresmikan Joglo di titik ketinggian T155.38 melalui penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.
Pangkormar juga turun langsung menguji keandalan senjata sniper di lokasi latihan.
Pangkormar mengingatkan agar hadirnya fasilitas berskala internasional ini diimbangi dengan peningkatan kualitas pelatih, penyusunan program latihan yang tepat, penerapan standar keselamatan tinggi, serta kedisiplinan prajurit. (*/aga)







Komentar