JAKARTA-Mengambil tema “4 Dekade, 1 Cerita” alumni SMA Negeri 3 Teladan Jakarta Angkatan 1986 menggelar Reuni Akbar 40 Tahun kelulusan. Acara reuni yang digelar di Superhouse Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan ini berlangsung sangat meriah yang dihadiri sekitar 450 alumnus.
“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman sekalian. Karena di tengah kesibukan masing-masing ternyata teman-teman masih menyediakan waktu untuk bersama-sama berkumpul menghadiri undangan panitia,” kata Ketua Angkatan 1986 Arkamelvi Karmani yang akrab. Dipanggil Amel didampingi Ketua Panitia Reuni Akbar 40 Tahun kelulusan Angkatan 1986 SMAN 3 Teladan Jakarta, Hannif Utomo Danusaputro dalam sambutannya, Sabtu (26/09/2026).
Menurut Amel, momentum empat dekade kelulusan ini tidak hanya sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan kepedulian sosial diantara para alumnus.

“Kami ingin reuni akbar ini tidak sekadar menjadi ajang bernostalgia. Tetapi ada nilai pengabdian, penghormatan kepada guru, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata kepada sekolah dimana kita sempat menimba ilmu,” tambah Amel.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang selama berminggu-minggu menyiapkan kegiatan ini tanpa merasa lelah sehingga acara bisa berlangsung sukses dan meriah. “Meski persiapan tergolong singkat, saya mengapresiasi acara tetap berlangsung sangat meriah,” ujarnya.
Eny yang sempat duduk di Kelas 3 IPA 12 mengaku sangat terharu bisa kembali berkumpul dengan teman-teman sekelasnya setelah 40 tahun berpisah. Ia tidak mengira meskipun kini teman-temannya telah bekerja dan berkarier dengan berbagai profesi ternyata sikap mereka tidak ada yang berubah sama sekali.
Bercanda Seperti saat Masih SMA
“Kami seolah-olah lupa bahwa usia kami rata-rata sudah mendekati kepala enam, tetapi kami masih bisa bercanda dan tertawa seperti saat masih berkumpul di dalam satu kelas dulu dengan berseragam putih abu-abu,” ujar Erni yang kini bermukim di Kota Tangerang, Jawa Barat.
Dia juga mengaku salut dengan mereka yang datang dari jauh demi melepas rasa kangen dan menjalin keakraban kembali kepada teman-temannya sewaktu menimba ilmu di SMAN 3 Teladan Jakarta. Bahkan tidak sedikit yang datang dari luar negeri seperti Amerika, Eropa, Asia dan Afrika, serta Timur Tengah demi dapat berkumpul kembali dengan teman-teman sekolahnya dulu.
Seperti yang diungkapkan Roulita yang pernah duduk di Kelas 3 IPA 9 yang dengan sengaja datang dari Santa Barbara, California, Amerika Serikat demi melepas rasa kangen dengan teman-teman sekolahnya dulu. Menurut dia, ini kesempatan langka bisa berkumpul kembali setelah 40 tahun berpisah.
“Kebetulan saya ada waktu luang sehingga saya usahakan untuk dapat terbang ke Indonesia demi menjumpai teman-teman sekolah yang dulu bersama sama menuntut ilmu di SMAN 3 Teladan Jakarta,” ujarnya.
Suasana akrab dan kebersamaan yang terjalin ternyata membuat mereka seakan enggan cepat-cepat berpisah. Acara reuni yang berlangsung hampir 6 jam tersebut terasa terlalu singkat buat mereka. Tidak sedikit diantaranya yang melanjutkan acara lepas kangen tersebut dengan berpindah ke sejumlah kafe di sekitar lokasi acara.
“Belum puas rasanya mendengar cerita teman-teman setelah 40 tahun berpisah. Makanya saya mau pindah ke kafe lain untuk melanjutkan obrolan,” kata Iben yang kembali bertemu dengan teman-teman sekelasnya yang dulu menjadi tempat curhatnya.
Hal senada diungkapkan oleh Fahmi ex 3 IPA 8 yang merasa sangat terharu karena masih bisa bertemu kembali dengan teman-temannya yang sempat menghilang selama 40 tahun. Kendati demikian dia tetap merasa sangat bahagia melihat tawa dan canda teman-temannya yang ternyata masih tetap sama seperti saat bersekolah dulu.
“Meskipun usia mereka sudah terbilang cukup berumur. Tetapi lagaknya masih tetap gak berubah, tetap sama seperti saat masih duduk di bangku sekolah dulu. Momen reuni memang seolah bisa membolak-balik waktu. Saat bercanda kami seolah lupa bahwa kami bukan lagi anak SMA,” katanya sambil tertawa.
Panitia Puas atas Sambutan Peserta Reuni

Sementara itu Esra ex 3 IPA 12 yang ikut terlibat dalam kepanitiaan mengaku sangat bahagia mengetahui sambutan yang sangat positif yang dilontarkan para peserta reuni. Dia bersama teman-teman panitia lainnya cukup serius menyiapkan acara spesial ini.
“Syukurlah jika ternyata teman-teman yang hadir dalam reuni ini mengaku puas dengan acara yang disiapkan panitia. Meski persiapan cukup singkat ternyata semua sesi acara berjalan sesuai rencana,” tambahnya.
Acara yang disuguhkan panitia memang sangat menarik lantaran berupaya menggambarkan situasi saat peserta reuni masih sama-sama bersekolah 40 tahun yang lalu. Misalnya, saat panitia menyuguhkan drama musical yang menggambarkan keseharian para peserta reuni ketika masih bersekolah dulu lengkap dengan kemarahan guru saat mereka berbuat nakal.
“Para pemain dramanya memang yang dulu mengalami sendiri peristiwa dalam adegan itu. Maka tak heran jika semua adegan terasa sangat hidup dan membangkitkan kembali kenangan masa lalu para peserta reuni,” kata Dewi Lestari alias Deles ex 3 IPS 3 yang ikut bermain dalam drama musical tersebut.
Selain drama musical sajian acara lainnya pun tak kalah menarik. Misalnya vocal grup yang dibawakan oleh mereka yang dulu memang aktif mengikuti kegiatan ini.
Dengan demikian sisa-sisa kekompakan dan suara yang ditampilkan tetap enak didengar. Apalagi sound system yang disiapkan Superhouse Satrio tergolong sangat mendukung.
“Sound systemnya cukup mendukung sehingga kami tampil penuh percaya diri,” kata Rieta Fuad ex 3 IPA 10 salah seorang anggota Vocal Grup SMAN 3 Teladan Angkatan 1986 yang turut ambil bagian dalam mendukung acara reuni akbar 40 tahun kelulusan ini. (fs)







Komentar