oleh

Tolak Angin dan Kuku Bima Sido Muncul Kembali Gelar Baksos Operasi Katarak Gratis untuk 100 Mata Bekerja Sama dengan PERDAMI Pusat dan RS Unimedika Sumber Waras Cirebon

JAKARTA – Menuju usia 75 tahun pada bulan November mendatang, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui produk unggulannya, Tolak Angin dan Kuku Bima kembali membuktikan komitmennya dalam mengurangi angka kebutaan akibat katarak di Indonesia.

Kali ini, Tolak Angin dan Kuku Bima bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat dan Rumah Sakit UniMedika Sumber Waras Cirebon mengadakan operasi katarak gratis untuk 100 penderita katarak di wilayah Cirebon dan sekitarnya, pada Rabu, 24 Juni 2026.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Direktur  RS UniMedika Sumber Waras Cirebon dr. H. Budi S. Soenjaya, MM, disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj. Eni Suhaeni, S.KM, M.Kes.

Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyampaikan bahwa program operasi katarak gratis merupakan bagian dari komitmen sosial Sido Muncul melalui produk Tolak Angin dan Kuku Bima. Program tersebut telah berjalan sejak tahun 2011 dan hingga saat ini telah membantu lebih dari 57 ribu mata melalui operasi katarak gratis.

“Tahun lalu, kami sudah mengoperasi sebanyak 1.050 penderita katarak. Tahun 2026 ini sudah 475 mata mendapatkan operasi katarak gratis.  Tolak Angin dan Kuku Bima akan terus konsisten melakukan operasi katarak gratis, apalagi penderita katarak di Indonesia masih mencapai puluhan hingga ratusan ribu,” ujar Irwan Hidayat.

Selain itu, perusahaan juga aktif menjalankan program sosial lainnya seperti operasi bibir sumbing dan penanganan stunting.

Menurut Irwan, tingginya jumlah penderita katarak di masyarakat menyebabkan antrean operasi yang cukup panjang. Karena itu, ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu mengurangi jumlah pasien yang menunggu penanganan medis, khususnya di Kabupaten Cirebon.

“Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan operasi katarak gratis dan membantu masyarakat melalui berbagai program sosial perusahaan,” ujar Irwan Hidayat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, termasuk PERDAMI, pemerintah daerah, rumah sakit penyelenggara, serta para tenaga medis yang telah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Irwan berharap seluruh pasien yang menjalani operasi dapat kembali memperoleh kualitas penglihatan yang lebih baik sehingga dapat beraktivitas dengan nyaman. Ia juga mendoakan kesehatan dan kesembuhan bagi seluruh peserta yang mengikuti program operasi katarak gratis tersebut.

“Kami berharap para pasien dapat kembali melihat dengan baik setelah operasi dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman,” tuturnya.

Dengan adanya bakti sosial operasi katarak gratis ini dapat membantu mengurangi angka penderita katarak di Indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya.

Irwan menjelaskan bahwa keberlanjutan usaha tidak semata-mata diukur dari besarnya bisnis, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat.

“Sebuah usaha bisa sukses dan langgeng kalau bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Ini cara saya berpromosi sambil membantu. Jadi, saya menggunakan seluruh kemampuan dana Tolak Angin dan Kuku Bima untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat. Dana yang digunakan pun bukan hanya dari anggaran CSR, tetapi juga dari anggaran iklan,” jelas Irwan.

“Jadi ini (operasi katarak) akan terus ada, tidak akan selesai, karena ini penyakit degeneratif. Pemerintah memang ada BPJS, tapi tidak semua tercover, dan kami masuk di sela-sela itu. Bagi kami, kegiatan seperti ini adalah kesempatan untuk berbuat kebaikan. Banyak orang sakit tanpa kemampuan finansial, inilah saatnya kita membantu,” tambah Irwan.

Irwan juga berharap para penderita katarak tidak memiliki kekhawatiran dan persepsi negatif mengenai operasi katarak, agar katarak pada mata mereka dapat segera tertangani.

“Kesehatan mata adalah faktor penting penentu kualitas hidup seseorang. Kalau orang itu sudah kehilangan penglihatan, 50 persen kualitas hidupnya hilang. Semoga operasi katarak ini tidak menjadi hal yang menakutkan untuk masyarakat, khususnya para penderita katarak, karena satu-satunya cara untuk sembuh dari katarak hanya dengan operasi. Begitu selesai operasi, maka bisa langsung kembali melihat,” ujar Irwan.

Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga konsisten menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya, seperti program operasi bibir sumbing gratis hingga memberikan bantuan untuk anak-anak penderita stunting di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul pada kurun 2018-2026 telah melakukan baksos bibir sumbing sebanyak 774 pasien. Lalu pada kurun 2022-2026, Sido Muncul juga telah membantu anak suspect stunting sebanyak 1.281 anak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *