oleh

Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul Bekerja Sama dengan Smile Train Indonesia Gelar Operasi Sumbing Bibir Gratis untuk 50 Pasien di Bekasi

BEKASI – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk-produk unggulannya Kuku Bima dan Tolak Angin, bekerjasama dengan Smile Train Indonesia kembali menggelar bakti sosial operasi sumbing bibir gratis bagi 50 pasien di RS Hermina Galaxy, Bekasi, pada Kamis (2/7/26). Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Sido Muncul terhadap anak-anak yang mengalami kelainan bawaan berupa sumbing bibir dan langit-langit.

Bantuan senilai Rp325 juta diserahkan Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (HC) Irwan Hidayat secara simbolis kepada Direktur Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, didampingi Direktur RS Hermina Galaxy, dr. Hardimas, M.Kes., CRP.

Irwan Hidayat mengatakan, program operasi sumbing bibir gratis merupakan bentuk kepedulian Sido Muncul terhadap anak-anak yang mengalami kelainan bawaan tersebut serta keluarga mereka. Menurutnya, orang tua dari anak penyandang sumbing bibir menghadapi tantangan yang tidak ringan, baik dari sisi biaya maupun kondisi psikologis.

“Kami bisa merasakan bahwa anak-anak yang menderita sumbing bibir kesulitan untuk makan, berbicara, dan kurang percaya diri terhadap penampilannya. Karena itu, hari ini kami kembali memberikan bantuan operasi sumbing bibir gratis bagi 50 penderita di wilayah Bekasi,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang secara konsisten dijalankan Sido Muncul di bidang kesehatan. Selain operasi bibir sumbing, perusahaan juga rutin mengadakan operasi katarak gratis serta program penanganan stunting.

“Bantuan yang diberikan ini merupakan bagian dari upaya Sido Muncul untuk terus berkontribusi dalam membantu masyarakat dan mendukung penanganan berbagai persoalan kesehatan di Indonesia,” katanya.

“Selain operasi bibir sumbing, kami juga konsisten menjalankan program operasi katarak dan penanganan stunting. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat diikuti oleh perusahaan lain agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya.

Program operasi sumbing bibir gratis telah dijalankan Sido Muncul sejak 2018 dan pertama kalinya di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Selain bekerja sama dengan Smile Train Indonesia, Sido Muncul juga menggandeng berbagai lembaga dan yayasan di sejumlah daerah untuk membantu penyandang sumbing bibir mendapatkan layanan operasi.

Hingga pertengahan 2026, Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul tercatat telah memfasilitasi operasi bibir sumbing bagi 774 pasien di berbagai wilayah Indonesia, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat

Bagikan Kisah Pribadi Lawan Penyakit

Di hadapan keluarga pasien, Irwan Hidayat membagikan kisah perjuangannya melawan berbagai penyakit sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kegiatan sosial melalui program operasi bibir sumbing gratis yang bekerja sama dengan Smile Train dan Rumah Sakit Hermina Galaxy. Irwan menceritakan pengalaman hidupnya saat berusia 21 tahun saat mengalami serangkaian penyakit serius, mulai dari malaria, tuberkulosis (TBC), infeksi saluran cerna, pneumonia, hipertensi, diabetes, hingga insomnia.

Akibat penyakit yang dideritanya, berat badan Irwan turun drastis dari 47 kilogram menjadi 32 kilogram setelah menjalani perawatan selama beberapa bulan di rumah sakit. Kondisi tersebut juga membuatnya mengalami depresi berat setelah dinyatakan sembuh secara fisik.

“Keluar dari rumah sakit saya mengalami depresi yang luar biasa. Dari pengalaman itu saya belajar bahwa setiap orang pasti menghadapi kesulitan dalam hidup. Namun setiap kesulitan juga selalu disertai jalan keluar,” ujar Irwan.

Ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Menurutnya, kebahagiaan tidak hanya diperoleh dari kesenangan maupun pencapaian pribadi, melainkan dari kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.

Prinsip tersebut kemudian menjadi landasan berbagai program sosial yang dijalankan Sido Muncul, termasuk dukungan terhadap operasi bibir sumbing gratis di berbagai daerah di Indonesia. “Kami ingin perusahaan ini memberi manfaat bagi masyarakat. Ketika bisa membantu orang lain, ada kepuasan batin yang luar biasa,” katanya.

Irwan juga memberikan semangat kepada para orang tua pasien agar tetap optimistis menghadapi proses pengobatan anak-anak mereka. Ia menegaskan bahwa bibir sumbing dapat diperbaiki melalui tindakan operasi yang ditangani tenaga medis berpengalaman.

“Jangan khawatir, yang penting kita semua memiliki niat baik. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan anak-anak bisa sembuh,” ujarnya.

Operasi Harus Dilakukan pada Usia Dini

Sementara itu, Direktur Smile Train Indonesia, Deasy Larasati menjelaskan bahwa program kolaborasi bersama Sido Muncul telah berlangsung selama beberapa tahun dan berhasil membantu ratusan pasien bibir sumbing dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar dan Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, bibir sumbing masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar di Indonesia. Diperkirakan satu dari sekitar 700 kelahiran mengalami kondisi tersebut sehingga setiap tahun terdapat sekitar 5.000 hingga 6.000 bayi lahir dengan bibir sumbing maupun celah langit-langit.

Deasy menekankan pentingnya operasi dilakukan sedini mungkin agar perkembangan kemampuan bicara, tumbuh kembang, serta kondisi psikologis anak dapat berlangsung secara optimal.

“Bibir sumbing dapat diperbaiki melalui operasi yang relatif singkat. Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan menjalani kehidupan tanpa diskriminasi,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan informasi mengenai layanan operasi bibir sumbing gratis agar semakin banyak keluarga yang memperoleh akses pengobatan tepat waktu.

Direktur Rumah Sakit Hermina Galaxy, dr. Hardimas, M.Kes., CRP menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Sido Muncul, Smile Train, dan tim dokter yang terlibat dalam kegiatan bakti sosial operasi sumbing bibir dan langit-langit. “Kami pihak rumah sakit memiliki tenaga spesialis bedah plastik dan bedah yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak Indonesia yang memperoleh kesempatan menjalani operasi dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Program operasi bibir sumbing gratis ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara sektor swasta, lembaga sosial, dan fasilitas kesehatan dalam memperluas akses layanan bedah rekonstruksi bagi anak-anak penyandang bibir sumbing di berbagai wilayah Indonesia. Selain membantu pemulihan kondisi fisik, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta masa depan para pasien dan keluarganya.

Ny Sofie, orang tua dari pasien Valesa, 40 hari, menyampaikan kegembiraannya menjadi salah satu penerima program operasi bibir sumbing gratis. Warga Bekasi tersebut mengaku sempat merasa dunia runtuh ketika mendapati sang bayi lahir dengan bibir sumbing.

“Anak saya terdeteksi bibir sumbing justeru menjelang lahir saat USG. Saya sempat sedih tapi Alhamdulillah Allah kirim orang baik untuk membantu anak saya bisa hidup normal melalui operasi,” katanya.

Ia berjanji akan memberikan ASI yang maksimal agar pertumbuhan anak termasuk berat badan bisa memenuhi standar untuk operasi bibir sumbing pada usia 3 bulan mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *