BOGOR – Komisi III Bidang Germasa (Gereja dan Masyarakat) GPIB Zebaoth Bogor terus memperkuat hubungan lintas agama melalui kegiatan silaturahmi ke sejumlah tempat ibadah di Kota Bogor.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Germasa GPIB Zebaoth sekaligus menjadi upaya untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan umat beragama lain.
Bagi Komisi Germasa, hubungan yang baik antarumat beragama menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, terlebih Kota Bogor selama ini terus mendorong semangat persatuan di tengah keberagaman agama dan keyakinan.
Ketua II PHMJ (Pelaksana Harian Majelis Jemaat) GPIB Zebaoth Bogor, Pnt Daud Darenoh, bersama Sekretaris I, Pnt Betty Leuwikabesy, memimpin kegiatan kunjungan tersebut.
Pnt Betty mengatakan, rangkaian silaturahmi telah dilakukan ke sejumlah tempat ibadah sejak Kamis (27/8/2026).
“Hari Kamis kemarin, kami sudah mengunjungi tiga tempat ibadah. Kemudian hari ini, Jumat, kami mendatangi satu tempat ibadah. Kalau sebelumnya ke vihara, hari ini kami berkunjung ke pura,” kata Betty kepada media ini Jumat (28/8/2026) malam.
Menurutnya, kegiatan silaturahmi masih akan berlanjut pada Sabtu (29/8/2026) dengan mengunjungi dua tempat ibadah lainnya.
“Besok Sabtu kami akan kembali bersilaturahmi ke dua tempat ibadah. Ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Germasa,” ujarnya.
Pnt Betty menjelaskan, kunjungan ke tempat ibadah agama lain bukan merupakan kegiatan baru bagi GPIB Zebaoth Bogor.
Program tersebut menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan komunitas lintas agama.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap, umat beragama di Kota Bogor dapat semakin mengenal satu sama lain, termasuk memahami keberadaan dan aktivitas keagamaan di lingkungan sekitar.
“Semakin mengenal tempat-tempat ibadah agama lain yang ada di sekitar kita. Gereja harus inklusif, tidak boleh eksklusif,” tegasnya.
Ia menilai, membangun hubungan lintas agama tidak cukup hanya dilakukan melalui pernyataan atau slogan mengenai toleransi.
Interaksi secara langsung, dinilai penting untuk menumbuhkan rasa saling menghargai dan memahami perbedaan.
Kegiatan Germasa GPIB Zebaoth Bogor tersebut juga sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Bogor yang terus mendorong persatuan masyarakat di tengah keberagaman.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dalam sejumlah kesempatan menyampaikan pentingnya menjaga persatuan seluruh masyarakat, tanpa membedakan latar belakang agama maupun keyakinan.
“Kami harapkan adanya persatuan di antara semua masyarakat yang tinggal di Kota Bogor. Kota yang kita tinggali ini harus menjadi milik semua,” kata Dedie Rachim.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga Kota Bogor sebagai ruang bersama bagi seluruh masyarakat, sekaligus memperkuat kerukunan dan toleransi antar umat beragama. (yd/fs)






Komentar