JAKARTA — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk turut ambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat, perusahaan tersebut menyalurkan bantuan melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) senilai total Rp400 juta.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Irwan Hidayat kepada Kepala BPOM Prof. dr. Ikrar Taruna. Ikut hadir mendampingi Staf khusus Pakar Ahli Kepala BPOM, dr. Wachyudi Muchsin, Staf Khusus Pakar Ahli Kepala BPOM, Nor Andi Arina Wati Arsyad, Kepala Biro SDM Dr. Irwansyah, S.IP., M.Si, Kepala Biro Umum Dra. Asih Liza Restanti, Apt., M.Kes dan Inspektur I, Adam P.W.A Wibowo, SH. MH.
Sedang di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bantuan diterima oleh Indra Gunawan – Staf Ahli Menteri, Fakih Usman – Inspektur dan Susanti – Asisten Deputi (Asdep).
Irwan Hidayat mengatakan bantuan tersebut menjadi langkah awal Sido Muncul untuk ikut meringankan beban masyarakat NTT sekaligus sebagai bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan para penyintas di wilayah terdampak
“Jadi hari ini kami bantu melalui BPOM dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak. Ini baru mulai,” ujar Irwan, usai menyerahkan secara simbolis bantuan yang diterima Kepala BPOM Prof. dr. Ikrar Taruna, Kamis (27/8/2026).
Menurut Irwan, bantuan yang diberikan akan lebih banyak disalurkan dalam bentuk uang. Cara tersebut dinilai lebih fleksibel sehingga masyarakat maupun pihak yang berada di lapangan dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak. “Kami memang bantuannya ini dalam bentuk uang supaya gampang mengalirnya,” katanya.
Irwan juga berjanji akan membuka peluang untuk memperluas bantuan dengan melibatkan jaringan pemasok dan mitra perusahaan. Pihaknya juga menerima informasi dan permintaan bantuan dari kelompok masyarakat, termasuk komunitas keagamaan yang berada di daerah terdampak. “Nanti kami akan langsung ke masyarakat. Misalnya ke gereja, banyak masyarakat di sana yang sudah minta. Nanti kami salurkan,” katanya.
Sido Muncul Jadi Bagian dari Badan POM Peduli
Sementara itu, Kepala BPOM Prof. dr. Ikrar Taruna mengatakan dukungan Sido Muncul merupakan bagian dari gerakan Badan POM Peduli yang menghimpun bantuan dari berbagai sumber. Hingga saat ini, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp1,29 miliar.
Ikrar menjelaskan, dana tersebut berasal dari dua sumber utama, yakni kontribusi pegawai BPOM melalui pemotongan gaji dan dukungan dari mitra industri melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. “Jumlahnya Rp1,29 miliar. Jadi Rp1 miliaran lebih. Dan tentu besar itu kita dapatkan dari kedua sumber tadi,” ujar Ikrar.
Bantuan yang terkumpul tidak hanya berupa uang. Sejumlah mitra BPOM juga memberikan bantuan dalam bentuk makanan, minuman, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan lain yang diperlukan masyarakat terdampak bencana.
Ikrar menegaskan BPOM akan segera menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Penyaluran akan memanfaatkan jaringan balai dan unit kerja BPOM yang tersebar di berbagai daerah sehingga diharapkan bantuan dapat diterima secara cepat dan tepat sasaran.
Menurut Ikrar, bantuan dalam bentuk uang dapat disalurkan melalui transfer, sedangkan bantuan berupa barang akan didistribusikan melalui jalur logistik yang dikoordinasikan dengan pihak terkait. “Secepatnya mulai hari ini kita bisa langsung salurkan,” katanya.
Ia juga menyampaikan rencana untuk turun langsung ke lokasi terdampak guna melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. “Bukan untuk seremonial, tapi kita ingin bantuan langsung,” ujar Ikrar.
Penyaluran Melalui Jaringan BPOM di Daerah
Kepala BPOM menjelaskan bahwa penyaluran bantuan akan memanfaatkan jaringan kantor BPOM yang tersebar di berbagai daerah. Jaringan tersebut dinilai menjadi salah satu keunggulan BPOM dalam membantu mempercepat distribusi bantuan ke masyarakat.

Menurut Ikrar, BPOM memiliki sejumlah unit pelaksana teknis di daerah, seperti balai besar, balai, dan loka. Keberadaan jaringan tersebut memungkinkan petugas BPOM berada lebih dekat dengan masyarakat. “Kalau dari BPOM, nanti lewat balai besar-balai besar. Jadi kantornya kan banyak di mana-mana,” jelasnya.
Selain melalui jaringan internal, bantuan juga dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat melalui berbagai kelompok dan komunitas yang berada di lokasi terdampak.
Ia memastikan mekanisme distribusi akan disesuaikan dengan bentuk bantuan. Untuk bantuan berupa uang, proses penyaluran dapat dilakukan melalui transfer sehingga diharapkan lebih cepat dan dapat dipantau. Sementara itu, untuk bantuan dalam bentuk barang, BPOM akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar proses pengiriman dapat berjalan dengan baik.
Bantuan Ditargetkan Mulai Disalurkan Hari Ini
Ikrar menegaskan BPOM tidak ingin memperlambat penyaluran bantuan. Menurutnya, selama bantuan telah tersedia dan mekanisme distribusinya dapat dilakukan, bantuan tersebut akan segera diberikan kepada masyarakat. “Secepatnya mulai hari ini kita bisa langsung salurkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi bantuan dalam bentuk uang dapat dilakukan lebih cepat karena dapat langsung ditransfer kepada penerima yang telah ditentukan. Sementara bantuan berupa barang membutuhkan dukungan logistik dan pengiriman.
Untuk distribusi barang, BPOM akan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak yang memiliki kemampuan dalam pengangkutan dan distribusi bantuan ke daerah terdampak.
“Khususnya di balai-balai besar kami yang kantornya begitu banyak, nanti lebih mudah. Personel kami akan membawa langsung,” kata Ikrar.
Menurutnya, personel BPOM yang berada di daerah juga dapat membantu memastikan bantuan sampai kepada penerima yang tepat. “Dengan demikian bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Dan di situlah bagian dari kerja pemerintah untuk membantu masyarakat,” tuturnya.
Kepala BPOM Berencana Turun Langsung ke Lokasi
Ikrar juga menyampaikan rencana untuk mengunjungi langsung lokasi terdampak. Menurutnya, kehadiran pimpinan pemerintah di lapangan penting untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan memastikan bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan.
Ia menegaskan kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. “Saya sendiri juga lagi mengatur jadwal untuk menuju ke tempat itu. Bukan untuk seremonial, tapi kita ingin bantuan langsung,” katanya.
Menurut Ikrar, pemerintah harus memahami kondisi nyata yang dihadapi masyarakat setelah bencana. Dengan melihat langsung keadaan di lapangan, bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang paling mendesak. “Intinya pemerintah hadir,” tegasnya.
BPOM Pastikan Bantuan Obat Sesuai Standar Keamanan
Selain bantuan dana dan kebutuhan pokok, BPOM juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan obat-obatan masyarakat yang terdampak bencana. Ikrar mengatakan sejumlah perusahaan yang berada dalam ekosistem industri kesehatan dan obat-obatan telah memberikan dukungan. Bantuan tersebut kemudian diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Ia menekankan bahwa obat-obatan yang diberikan harus sesuai dengan standar keamanan dan kebutuhan medis masyarakat. Hal tersebut penting karena kondisi pascabencana dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Masyarakat yang tinggal di tempat pengungsian, misalnya, dapat mengalami berbagai keluhan akibat keterbatasan akses air bersih, sanitasi, tempat tidur, serta kondisi lingkungan. “Obat-obatan betul sesuai dengan standar yang aman,” ujarnya.
Ikrar mencontohkan sejumlah keluhan kesehatan yang berpotensi muncul di lokasi pengungsian, seperti gatal-gatal akibat keterbatasan akses untuk mandi dan menjaga kebersihan tubuh.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengalami demam atau keluhan lain akibat kondisi lingkungan dan kelelahan setelah menghadapi bencana.
BPOM, kata Ikrar, telah menyiapkan bantuan obat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memastikan obat yang diberikan aman untuk digunakan.
Dukungan Industri dan Perusahaan Terus Berdatangan
Menurut Ikrar, dukungan terhadap masyarakat terdampak tidak hanya berasal dari Sido Muncul. Sejumlah perusahaan lain juga telah berpartisipasi memberikan bantuan seperti perusahaan sektor makanan, minuman, obat-obatan, serta industri lainnya.
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana membutuhkan kolaborasi dari banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga partisipasi perusahaan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan.
BPOM juga memiliki jaringan industri dan perusahaan yang cukup besar di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung kegiatan kemanusiaan apabila dapat dikoordinasikan dengan baik.
Karena itu, BPOM berharap kepedulian dari sektor industri terus berkembang sehingga bantuan yang diberikan kepada masyarakat dapat semakin luas
Bagi Sido Muncul, keterlibatan dalam penanganan bencana tersebut bukan merupakan kegiatan sosial pertama yang dilakukan perusahaan. Sido Muncul sebelumnya juga aktif menjalankan berbagai program sosial di bidang kesehatan dan kemanusiaan. Pada Mei 2026, misalnya, perusahaan bersama Yayasan Tangan Orang Peduli (TOP) menyalurkan bantuan lebih dari Rp355 juta untuk program operasi bibir sumbing gratis bagi masyarakat.
Irwan mengatakan kepedulian terhadap korban bencana harus dilakukan dengan empati dan tidak berhenti pada bantuan tahap awal. Ia bahkan berencana melanjutkan kegiatan bantuan setelah masa tanggap darurat, terutama ketika masyarakat mulai membutuhkan dukungan untuk memulihkan kehidupan mereka. “Karena nanti pascabencana itu justru lebih banyak dibutuhkan perbaikan rumah atau apa,” kata Irwan.
Ia mengaku memiliki perhatian khusus terhadap masyarakat NTT dan sering mengunjungi daerah yang mengalami bencana. Menurutnya, pengalaman menjadi korban bencana merupakan sesuatu yang sulit dipahami sepenuhnya oleh orang yang belum pernah mengalaminya secara langsung.
Karena itu, Irwan ingin bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi kegiatan simbolis.“Saya senang sekali bisa membantu,” ujarnya.
Kolaborasi antara Sido Muncul, BPOM, serta para mitra industri diharapkan dapat memperkuat penanganan dampak bencana di NTT. Dengan dukungan dana, obat-obatan, makanan, minuman, serta kebutuhan lainnya, bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang masih berada dalam kondisi sulit.
BPOM sendiri memastikan obat-obatan yang diberikan kepada masyarakat tetap memenuhi standar keamanan. Bantuan kesehatan tersebut menjadi penting mengingat para penyintas yang berada di tempat pengungsian menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses air bersih hingga kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Dengan demikian, bantuan yang disalurkan Sido Muncul bersama BPOM tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di NTT. (in)








Komentar