oleh

UBL Hadirkan Dubes Turki untuk Indonesia saat Wisuda 1431 Lulusan

JAKARTA-Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar Sidang Terbuka Wisuda Semester Genap tahun ajaran 2022/2023 di Jakarta Convention Center (JCC) pada Selasa (31/10/2023). Kegiatan wisuda tersebut diikuti 1.431 wisudawan terdiri atas program Diploma 3, Strata 1, dan program Magister.

Prosesi wisuda kali ini sangat istimewa karena dihadiri langsung oleh Duta Besar Turki untuk Indonesia Prof Dr Talip Kucukcan. Kehadiran Dubes Turki dalam seremoni wisuda UBL tersebut sangat penting dan strategis bagi UBL, dalam upaya meningkatkan hubungan kerjasama pendidikan terutama dengan universitas yang ada di Turki.

“Profesor Talip sejak ditugaskan oleh Presiden Erdogan ke Indonesia, sangat aktif melakukan konsolidasi dan kerjasama baik dalam bidang pendidikan, sosial, budaya juga ekonomi,” kata Rektor UBL Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc, M.M.

Dengan UBL sendiri, kerjasama sudah dilakukan sejak lama, tepatnya sejak UBL tergabung dalam program Erasmus ++ yang diinisiasi negara-negara Eropa yang mempertemukan 17 universitas dari 12 negara. Tahun ini 3 mahasiswa UBL mendapatkan kesempatan belajar selama 1 semester di Universitas Anadolu Turki secara gratis. Mereka akan belajar pada bidang komunikasi dan desain visual.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi UBL, karena Universitas Anadolu Turki adalah salah satu universitas terbaik di negeri tersebut dengan jumlah mahasiswa sekitar 2 juta orang. Mahasiswa kita akan belajar di sana,” tambah Rektor.

Selain itu, UBL dan Universitas Anadolu juga berencana melakukan program pertukaran dosen dan mahasiswa. Untuk tahap awal, UBL akan mengundang dosen dari Anadolu University untuk mengajar mahasiswa UBL. “Kita akan hadirkan dosen terkemuka dari Universitas Anadolu beberapa minggu, selanjutkan akan kita selenggarakan melalui online. Setelah dosen, kita akan berlanjut dengan pertukaran mahasiswa,” tambah Rektor.

Turki Berupaya Tingkatkan Persaudaraan dengan Indonesia

Menurut Rektor, kehadiran Dubes Prof Talip pada seremoni wisuda UBL juga menjadi bagian dari upaya Turki meningkatkan hubungan persaudaraan dengan Indonesia. Mengingat Turki sendiri memiliki hubungan baik dengan Indonesia sejak 500 tahun lalu tepatnya zaman kekalifahan Utsmaniyah. “Beliau membawa semangat persaudaraan antara Indonesia dengan Turki yang belakangan ini agak kurang baik,” kata Rektor UBL.

Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro.

Senada juga disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro yang didampingi AMB Sunten Manurung, Direktur Kerja Sama dan Humas. Ia memastikan bahwa pihaknya akan terus mengenalkan Universitas Budi Luhur ke dunia internasional melalui berbagai momen dan kegiatan.

“Saya belum lama ini ke Srilanka, ke Jepang dan beberapa negara lain untuk membawa UBL makin dikenal dunia. Kita juga kedatangan Dubes Euthopia dan hari ini Dubes Turki untuk Indonesia. Ini masih dalam rangkaian mengenalkan UBL ke dunia internasional,” kata Kasih Hanggoro.

Menghadirkan Dubes Turki untuk Indonesia ke seremoni wisuda UBL memiliki tujuan lain yakni memberikan nuansa berbeda dalam hubungan kerjasama antar dua negara. “Jadi bukan sekadar hubungan relasi diplomatic, tetapi ada sesuatu yang kita kenalkan kepada mereka. Ini lho wisuda di Indonesia. Kalau mereka senang, saya yakin mudah untuk mengajak mereka mengajar di Indonesia,” lanjut Kasih Hanggoro.

Apalagi dalam momen wisuda, UBL selalu menampilkan budaya-budaya tradisional seperti tari-tarian daerah. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu-tamu dari luar negeri.

Diakui Kasih Hanggoro, UBL sendiri merupakan salah satu kampus yang merawat tradisi Nusantara dalam kegiatan perkuliahan dan kegiatan lainnya di kampus. “Kami ada wastra Nusantara, Kilau Nusantara yang mendatangkan koleksi kain-kain tradisional di kampus UBL,” jelasnya.

Ke depan, UBL berencana membangun gedung teater sebagai panggung bagi mahasiswa menampilkan kreativitas dan daya imajinasi dalam berseni.

Terkait wisuda, baik Rektor maupun Ketua Yayasan, berpesan agar dapat mengaplikasikan ilmu dan keluhuran budi yang diperoleh selama berstudi di UBL. Cerdas tidak akan memberikan banyak manfaat tanpa dibarengi dengan keluhuran budi. “Banyak orang cerdas tetapi perilakunya negative. Itu tidak kami harapkan terjadi pada alumni UBL,” tutup Rektor.

Sementara itu, Menteri Parekraf Sandiaga Uno melalui video menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan. Ia berharap para wisudawan UBL menjadi SDM yang unggul dan berbudi luhur serta mampu bersaing dalam dunia kerja. Selain itu juga memiliki keunggulan untuk meningkatkan dan memajukan sektor pariwisata Indonesia. “Mari kita bekerja keras agar bisa bersaing di tingkat global dengan jurus Speed, Solid and Smart,” tandas Sandiaga.(*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *