JAKARTA-Film Cek Khodam menggelar Press Screening dan Gala Premiere pada 10 Juli 2026. Film ini hadir dengan warna horor komedi yang segar melalui premis yang dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini.
Berbeda dari horor komedi pada umumnya, Cek Khodam tidak hanya menempatkan hantu sebagai sumber ketakutan.
Film ini justru mengangkat kegelisahan manusia modern yang lebih takut pada cicilan, dompet kosong, dan tanggal tua dibanding sosok gaib.
Jeropoint yang menjadi sutradara film ini, mengajak penonton membayangkan suatu kondisi ketika makhluk halus justru kehilangan pamor karena manusia lebih sibuk memikirkan cicilan, isi dompet, hingga tekanan hidup daripada takut pada hantu.
Premis tersebut menjadi daya tarik utama Cek Khodam. Cerita dibangun dari situasi sederhana, tetapi terasa relevan.
Ketika manusia mulai lebih takut pada persoalan hidup sehari-hari, dunia khodam justru panik karena hal-hal gaib tidak lagi dianggap paling menyeramkan.
Dunia khodam digambarkan mulai resah karena keberadaan mereka tak lagi dianggap menakutkan. Bahkan, para pocong, genderuwo, hingga noni Belanda justru dimanfaatkan sebagai “khodam” oleh tiga content creator demi mengejar popularitas di media sosial.
Diperankan Saputra Kori sebagai Wira, Jirayut sebagai Sakti, dan Benidictus Siregar sebagai Bima. Mereka menjadikan fenomena khodam sebagai konten demi mendulang like, komentar, dan perhatian warganet.
Film ini juga menjadi langkah baru bagi Jirayut. Melalui Cek Khodam, Jirayut menjalani debut sebagai pemeran utama layar lebar. Kehadirannya membawa energi baru dalam film horor komedi Indonesia.
Selain Jirayut, Saputra Kori juga mencatat momen penting melalui film ini. Cek Khodam menjadi film horor komedi pertamanya. Kori hadir dengan karakter yang ikut memperkuat dinamika cerita dan memberi warna komedi yang khas.
Kekuatan Film Ini
Kehadiran para komedian juga menjadi salah satu kekuatan film ini. Tante Lala, Kak Gem, Benidictus Siregar, dan para pemain lainnya memberi sentuhan komedi yang spontan, ringan, dan menghibur.
Interaksi para pemain membuat unsur horor dalam film ini terasa lebih cair tanpa kehilangan daya tarik mistisnya.
Film ini juga diperkuat oleh deretan pemain lain, yaitu Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, dan Mikayla.
Jeropoint mengatakan ide cerita Cek Khodam lahir dari fenomena media sosial yang belakangan ramai membahas tempat-tempat angker sebagai konten hiburan.
“Ini viral di TikTok. Aku melihat sebuah ironi, dulu kita takut sama setan, tapi sekarang tempat yang ada setannya dibikin konten. Inilah yang menginspirasi jadi film horor komedi,” ujar Jeropoint, selaku sutradara.
Film ini juga menghadirkan sisi emosional melalui hubungan yang perlahan terjalin antara manusia dan makhluk halus. Para setan justru dihantui rasa takut akan kehilangan eksistensi karena manusia tak lagi gentar terhadap mereka.
Dengan perpaduan cerita mistis, komedi keseharian, dan deretan pemain yang beragam, Cek Khodam hadir sebagai tontonan yang dekat dengan penonton Indonesia.
Film ini menawarkan tawa, rasa penasaran, dan situasi horor yang dikemas dengan cara ringan. Tidak heran, sepanjang film ini diputar alih-alih takut, yang ada diwarnai tawa penonton.
Relevan dengan Kehidupan Masyarakat
Produser Cek Khodam, Dheeraj Kalwani mengatakan tim memilih naskah yang paling relevan dengan kehidupan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda.
“Kita mau angkat sesuatu yang kita desainnya relate ke masyarakat. Dan ini sebenarnya script ketiga untuk Cek khodam,” kata Dheeraj dalam sesi Press Conference film Cek Khodam di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Jangan sampai terlewatkan ya menonton film ini. Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026. Dengan balutan satire, komedi, dan horor yang ringan, Cek Khodam menawarkan pengalaman menonton yang berbeda.
Film yang diproduksi rumah produksi Dee Company, ini penonton dapat menyaksikan bagaimana dunia khodam ikut panik saat manusia ternyata lebih takut pada tekanan hidup dibanding hantu. (fs)







Komentar