JAKARTA-RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) bersama HeartSPAN.ai, divisi layanan ketahanan jantung (heart longevity) dari Borderless Healthcare Group (BHG), menyelenggarakan Left Ventricular Assist Device (LVAD) Donation Ceremony sebagai tonggak penting dalam pengembangan layanan gagal jantung stadium lanjut di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, RSCM menerima donasi perangkat Left Ventricular Assist Device (LVAD) yang akan memperkuat layanan kardiovaskular berteknologi tinggi bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut.
Mengusung tema “Celebrating a Milestone in Advanced Heart Failure Care through Global Partnership and Medical Innovation”, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni penyerahan perangkat, tetapi juga menandai dimulainya kolaborasi strategis dalam pengembangan ekosistem pelayanan LVAD di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi medis mutakhir, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi internasional.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, dokter spesialis bedah jantung, dokter spesialis jantung, serta tenaga kesehatan multidisiplin RSCM telah mengikuti pelatihan di Fuwai Hospital, Beijing, salah satu pusat layanan jantung terbesar di dunia. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia dalam seleksi pasien, prosedur implantasi, hingga tata laksana pasien pasca pemasangan LVAD sesuai standar internasional.
Direktur Utama RSCM, DR. Dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, FINACS, M.Kes, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan layanan terapi gagal jantung yang lebih komprehensif bagi masyarakat Indonesia.
“Kami menyambut baik kesempatan untuk menghadirkan solusi penanganan gagal jantung yang lebih maju di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu menurunkan angka kematian akibat gagal jantung yang masih tinggi, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap terapi inovatif tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.” tutur Direktur Utama RSCM, DR. Dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, FINACS, M.Kes.
Gagal Jantung Terus Meningkat
Gagal jantung merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian yang terus meningkat. Berdasarkan data Global Burden of Disease (GBD) 2019, Indonesia memiliki prevalensi gagal jantung sekitar 900–1.000 kasus per 100.000 penduduk dan menjadi negara dengan angka mortalitas gagal jantung tertinggi di Asia, yaitu sekitar 34,1%. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengembangan terapi yang lebih komprehensif bagi pasien gagal jantung stadium lanjut.
Salah satu terapi untuk pasien gagal jantung stadium lanjut adalah Left Ventricular Assist Device (LVAD), yaitu alat bantu pompa jantung yang dipasang melalui operasi untuk membantu ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh. Teknologi ini telah terbukti meningkatkan kualitas hidup serta memperpanjang harapan hidup pasien dengan gagal jantung stadium lanjut.
Pada tahap awal implementasi, RSCM akan melakukan pemasangan LVAD pertama kepada seorang pasien perempuan berusia 45 tahun dengan fungsi pompa jantung sebesar 14 %, yang mengalami sesak napas saat aktivitas ringan dan telah beberapa kali menjalani perawatan akibat gagal jantung. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan gagal jantung lanjut di RSCM serta membuka harapan baru bagi pasien yang membutuhkan terapi mekanik jantung.
Pendiri dan Chairman Borderless Healthcare Group sekaligus pendiri HeartSPAN.ai, Dr. Wei Siang Yu, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan perpaduan antara inovasi teknologi medis, pertukaran pengetahuan lintas negara, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam tata laksana gagal jantung.
“Kolaborasi ini menghadirkan pendekatan baru dalam penanganan gagal jantung stadium lanjut, mulai dari pemilihan pasien yang presisi, implantasi perangkat LVAD berukuran kecil dan ringan, hingga pendampingan pascaoperasi oleh LVAD Coordinator yang dilatih berdasarkan protokol internasional. Salah satu keunggulan penting teknologi LVAD adalah perangkat ini berpotensi dilepas di kemudian hari seiring perkembangan terapi regeneratif, sehingga menjadi terobosan baru dalam penanganan gagal jantung stadium lanjut. Ke depan, perkembangan terapi regeneratif, termasuk terapi stem cell, diharapkan dapat semakin meningkatkan peluang pemulihan fungsi jantung pasien.”, tutur Dr. Wei Siang Yu.
Kolaborasi RSCM dan HeartSPAN.ai
Kolaborasi antara RSCM dan HeartSPAN.ai juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem layanan LVAD di Indonesia yang mengintegrasikan pengembangan teknologi medis, transfer pengetahuan internasional, serta dukungan digital dan kecerdasan buatan. Kehadiran ekosistem ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap terapi penyelamat jiwa sekaligus meningkatkan kapasitas nasional dalam penanganan gagal jantung stadium lanjut.
Selain memberikan manfaat bagi pasien, pengembangan layanan LVAD di RSCM juga diharapkan memperkuat kemampuan bedah jantung dan pelayanan lanjutan di Indonesia. Sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan kesehatan dalam negeri, pengembangan teknologi dan kompetensi ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mencari pengobatan ke luar negeri serta memperkuat kemandirian layanan kesehatan nasional.
Melalui kolaborasi ini, RSCM kembali menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk terus menghadirkan inovasi, memperkuat jejaring global, serta mengembangkan layanan kesehatan berstandar internasional demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. (fs)







Komentar