JAKARTA – Program beasiswa kuliah Rumah Yatim terus memberikan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berdasarkan data penerima manfaat periode 2009–2026, sebanyak 480 mahasiswa tercatat mendapatkan manfaat dari program beasiswa kuliah Rumah Yatim.
Dari keseluruhan penerima manfaat itu, sebanyak 180 mahasiswa masih menempuh pendidikan, sementara 223 mahasiswa telah lulus. Sebanyak 161 alumni juga tercatat telah bekerja, menunjukkan bahwa dukungan pendidikan yang diberikan tidak hanya membantu penerima manfaat mengakses perguruan tinggi, tetapi juga membuka peluang menuju kemandirian.
Perkembangan jumlah penerima manfaat menunjukkan tren yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2009, program beasiswa mencatat dua penerima manfaat. Jumlah tersebut kemudian meningkat secara bertahap hingga mencapai 90 mahasiswa pada 2022, menjadi jumlah penerima tahunan tertinggi dalam periode 2009–2026.
Pada 2025 terdapat 41 penerima manfaat baru, sedangkan pada 2026 tercatat 30 mahasiswa.
Secara keseluruhan, data penerima manfaat beasiswa selama belasan tahun mencapai 452 mahasiswa. Pendidikan dari berbagai bidang penerima manfaat beasiswa kuliah Rumah Yatim berasal dari berbagai bidang keilmuan. “Data menunjukkan mahasiswa mengambil jurusan mulai dari kesehatan, pendidikan, teknologi, hingga ekonomi,” kata Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim, Sani Ramdani di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Jurusan dengan jumlah mahasiswa terbanyak adalah Pendidikan (Soshum) sebanyak 142 mahasiswa, disusul Ilmu Pendidikan (Saintek) 34 mahasiswa, Keperawatan/Kebidanan 48 mahasiswa, Hayati (Pertanian, Peternakan, Pangan) 51 mahasiswa, serta Teknik 79 mahasiswa.
Selain itu, terdapat mahasiswa dari jurusan Farmasi, Ilmu Murni (MIPA), Ilmu Sosial, Kedokteran, Kesehatan, Keuangan dan Akunting, Manajemen, serta Marketing dan Penyiaran.
Program beasiswa kuliah juga memberikan kesempatan kepada penerima manfaat untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi negeri. Beberapa di antaranya adalah Institut Pertanian Bogor (IPB) sebanyak 24 mahasiswa, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 19 mahasiswa, Institut Teknologi Bandung (ITB) 4 mahasiswa, Universitas Padjadjaran (Unpad) 21 mahasiswa, Universitas Gadjah Mada (UGM) 4 mahasiswa, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 14 mahasiswa.
Penerima manfaat lainnya juga tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri seperti Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan sejumlah kampus lainnya. Total mahasiswa yang tercatat dalam data perguruan tinggi mencapai 452 mahasiswa.
Sementara itu, dari 223 mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan, bidang Pendidikan (Soshum) menjadi salah satu jurusan dengan jumlah lulusan terbesar, yakni 87 mahasiswa, disusul Keperawatan/Kebidanan 28 mahasiswa, Teknik 20 mahasiswa, Pendidikan (Saintek) 20 mahasiswa, serta Hayati 18 mahasiswa.
Sani mengatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk memutus mata rantai keterbatasan ekonomi. “Beasiswa kuliah bukan hanya tentang membantu mahasiswa membayar biaya pendidikan. Lebih dari itu, kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memiliki masa depan yang lebih baik, mengembangkan kompetensinya, dan pada akhirnya mampu mandiri serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” jelas Sani.
Program beasiswa kuliah Rumah Yatim diharapkan dapat terus membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dengan dukungan masyarakat, semakin banyak anak dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mandiri. (jo)







Komentar