DEPOK – Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN) Agus Mulyanto berhasil meraih gelar doktor pada Program Doktor Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), setelah mempertahankan disertasinya. Dalam penelitiannya, Agus mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mendeteksi banyak hal.
Teknologi AI juga mampu mengukur kerusakan jalan, khususnya jalan amblas (depression) secara tiga dimensi. Teknologi ini diharapkan dapat membantu proses inspeksi kondisi jalan menjadi lebih cepat, akurat, dan objektif. Selama ini, pemeriksaan kondisi jalan masih banyak dilakukan melalui pengamatan visual atau menggunakan foto dua dimensi.
“Cara tersebut sering kali menyulitkan petugas untuk mengetahui ukuran dan tingkat keparahan kerusakan, terutama pada jalan amblas yang memiliki bentuk tidak beraturan dan batas kerusakan yang sulit dikenali,” kata Agus usai menjalankan ujian terbuka di Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8).
Melalui penelitian ini, Agus mengembangkan sistem yang menggabungkan AI dengan teknologi kamera tiga dimensi (3D). Sistem tersebut tidak hanya mampu mengenali lokasi kerusakan secara otomatis, tetapi juga mengukur panjang, lebar, luas, hingga kedalaman jalan yang mengalami amblas.
“Harapannya, proses inspeksi jalan tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan visual, tetapi juga didukung data pengukuran yang lebih akurat sehingga dapat membantu pengambilan keputusan dalam pemeliharaan jalan,” ujar Agus yang menjalani sidang pada Senin tanggal 3 Agustus 2026.
Dalam sidang promosi doktor, Agus dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc. sebagai promotor dan Dr. Ir. Muhammad Salman, S.T., M.I.T. sebagai ko-promotor. Sidang dipimpin oleh Wakil Dekan II Fakultas Teknik Universitas Indonesia Prof. Dr.Ing. Ir. Dalhar Susanto.
Saat ini Agus aktif sebagai dosen di Fakultas Telematika Energi Institut Teknologi PLN dengan fokus penelitian di bidang kecerdasan buatan, rekayasa perangkat lunak, Internet of Things (IoT), dan robotika.
Melalui penelitian ini, Agus berharap teknologi AI dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia. (jo)







Komentar