oleh

Film Juminten Edan Resmi Diluncurkan, Dijadwalkan Tayang 23 Juli

JAKARTA – Rumah Produksi Mercusuar Films dan Digital Frame Production menghadirkan film ‘Juminten Edan’. Film yang bakal tayang 23 Juli 2026 ini berkisah tentang seorang perempuan penyandang disabilitas dengan trauma masa lalu, yang menghantui hingga berdampak pada orang-orang di sekitarnya.

Produser Anggia Novita menyebut film hasil kolaborasi ini sangat bagus. “Ceritanya bagus, benang merahnya jelas banget, Makanya saya berminat banget bekerja sama,” ucapnya di Press Conference Epicentrum XXI, Kamis, 17 Juli 2026..

Pada kesempatan yang sama, sutradara Jonathan Ozoh menjelaskan bahwa tema keluarga dipilih untuk film ini karena dekat dengan kehidupan di Indonesia. Bersama sutradara Dedy Mercy, ia mencoba menggabungkan dua ide untuk menghasilkan kisah Juminten.

Kisah Juminten Edan dijelaskannya sebagai miniatur dari kisah keluarga Indonesia. Bagaimana hubungan antara mertua dan menantu, anak dan ibu mertua, itu yang kisahnya coba diambil.

“Pak Dedy punya konsep ceritanya, dia ngomong soal masalah orang siapa yang waras dan tidak. Kemudian saya yang mengembangkan cerita, dan ada beberapa hal yang mau diterobos juga dari film ini,” kata penulis Alim Sudio.

Juminten Edan dibintangi oleh Meisya Amira dan sejumlah aktor dan aktris ternama. Dimas Aditya sebagai Manto, Anne J Coto sebagai Salma, Kukuh Prasetyo sebagai Marlan turut melengkapi jajaran cast.

Adapun Deden Bagaskara sebagai Kadir, Bambang Oeban sebagai Kakek Juminten. Deretan pemain lainnya turut memperkuat cerita, di antaranya Wina Marrino sebagai Farida, dan Maria Lituhayu sebagai Juminten Kecil.

Dalam film ini, Meisya Amira memerankan Juminten, perempuan tuna wicara yang kembali ke pulau tempat ia dibesarkan. Ia pulang bersama suaminya, Manto, yang diperankan oleh Dimas Aditya, serta anak mereka, Saskia, yang diperankan oleh Sharon Jovian.

Kepulangan Juminten tidak berjalan seperti yang diharapkan. Momen yang semula menjadi pertemuan keluarga perlahan berubah setelah muncul berbagai kejadian ganjil. Situasi itu membuat hubungan keluarga mulai terguncang dan membuka kembali masa lalu yang belum selesai.

Dalam film ini, sosok Juminten sebagai pusat cerita yang memberikan memberi gambaran awal tentang konflik keluarga, tekanan batin, serta rangkaian peristiwa yang menjadi sumber ketegangan dalam film.

Berbeda dari horor yang hanya mengandalkan kejutan, Juminten Edan juga membawa unsur drama keluarga dan trauma masa lalu. Cerita film ini menempatkan Juminten sebagai tokoh yang tidak hanya menghadapi teror, tetapi juga tekanan dari lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.

Kehadiran Meisya Amira, Dimas Aditya, Sharon, serta Anggi dari Digital Frame Production memperkuat pengenalan film ini kepada publik. Mereka menjadi bagian penting dalam membawa karakter dan cerita Juminten Edan lebih dekat kepada penonton. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 23 Juli 2026.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *