BATAM– Setelah koma 12 hari, Dewi Sartika Sitinjak (24) pasien RS Awal Bros Kawasan Botania Batam Center dinyatakan meninggal dunia, Senin (11/8) oleh pihak rumah sakit.
Sejumlah kerabat dan keluarga Dewi terlihat ramai mengunjungi rumah sakit, tepatnya depan ruang mayat. Terdengar pembicaraan seputar apa yang dialami oleh Dewi. Pertanyaanpun beragam, obat apa yang disuntikan itu sehingga menimbulkan kejang-kejang dan tidak sadarkan diri ?. Sudah ada keluhan reaksi dari obat, kenapa diteruskan melakukan suntikan ?.
“Karena banyak kejanggalan, piihak keluarga sepakat, membawa jenazah untuk diotopsi di RS Bayangkara, ” terang Jendri Sihombing kuasa hukum keluarga Dewi, Senin (10/8).
Jendri juga menjelaskan beberapa kejanggalan yang keluarga temukan dimasa Dewi mengalami koma sebelum dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
“Hingga saat ini, pihak rumah sakit masih tertutup terkait obat apa yang disuntikkan itu. Yang kedua, saat besuk Sabtu (7/8) malam kemarin pihak kelurga melihat selang Ventilator ICU (oksigen) lepas, ditanya kenapa dilepas, tidak ada jawaban, ” ungkap Jendris.
Hingga saat ini, lanjut Jendri, pihak rumah sakit ketika ditanya apa penyebab kematian dari Dewi, semua jawabannya sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Sebagai masyarakat awam, kita tidak tahu seperti apa standar prosedur (SOP) rumah sakit ini, tapi kita menemukan beberapa kejanggalan – kejanggalan, ” terang Jendri.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Marga Sitinjak Kepri, Radot Sitinjak, meminta pihak RS Awal Bros bertanggung jawab atas kematian Dewi. Dia juga berharap semua pihak untuk mengawal kasus ini agar peristiwa seperti ini tidak terulang.
“Awal Bros harus menjelaskan obat apa yang disuntikkan itu, dan mereka harus bertanggungjawab, jelaskan kepada keluarga, ” pesannya.
Sebelumnya dikabarkan, Dewi Sartika Sitinjak (24), menjalani operasi ambeien pada Sabtu (29/8) sore. Operasi berjalan lancar, kondisi Dewi sehat sehingga malamnya dipindah keruang rawat inap.
Sampai di ruang rawat inap, Dewi masih sempat beri kabar kepihak keluarga dengan bervideo call dan pesan Whatsapp, bahwa dirinya sudah selesai operasi dan kondisinya sehat.
Selang beberapa jam, sampai di ruang inap, petugas rumah sakit membawa obat untuk disuntikkan. Diduga reaksi obat sutikan inilah membuat Dewi kejang-kejang hingga tak sadarkan diri selama 12 hari koma diruang ICU, dan Senin (10/8) siang tadi menghembuskan napas terakhir.
POSKOTAONLINE.COM coba melakukan konfirmasi melalui sambungan telpon dan pesan Whatsapp, pihak RS Awal Bros belum merespon dan memberikan keterangan resmi.
Media meminta penjelasan terkait penyebab Dewi kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri selama 12 hari di ruang ICU, dan siang hati tadi dikabarkan sudah berpulang ?
Hingga malam ditunggu dan berita ini diturunkan, belum juga ada keterangan resmi dari rumah sakit. (ferry/fs)







Komentar