oleh

Saksi Rudi: Pormohonan Izin RS Graha Medika Awalnya Empat Lantai Satu Basement

POSKOTA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk Rumah Sakit Grama Medika (RSGM) di Jalan KH Abdullah bin Nuh No 2 Cilendek, Bogor Barat, sebanyak empat lantai dan satu basemant. IMB itu sesuai yang diajukan pemohonon PT Muhammad Medika Abadi yang membangun rumah sakit tersebut.

“Awalnya proyek pembangunan RSGM diajukan empat lantai dan satu basement,” kata Rudi Marsudi, kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor ketika menjadi saksi pada sidang kasus dugaan pemalsuan dengan terdakwa Fikri Salim (FS) dan Rina Yuliani (RY), di Pengadilan Negeri (PN) Bogor, Selasa (12/1/2021).

Sidang lanjutan kali ini menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ryan Palasi dan Hariyadi Meidiantoro dan penasihat hukum kedua terdakwa, dengan Ketua Majelis Hakim Arya Putra Negara Kutawaringin, berlangsung di ruang sidang dan kedua terdakwa mengikuti sidang secara virtual.

Perluasan bangunan RSGM, nenurut saksi Rudi, diajukan pemohon pada tahun 2017 untuk penambahan dua tingkat. Permohonan penambahan bangunan itu diajukan setelah, tim DPMPTSP Kota Bogor meninjau lokasi dan mendapati ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan IMB-nya.

Dalan survei tim mendapati bangunan lain di belakang rumah sakit tanpa IMB. Maka saat ajukan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) tidak keluar izin operasional sehingga solusinya dengan merevisi site plan, ubah IMB, izin SLF. “Tapi sampai saya pindah tugas proses SLF yang saya tahu belum selesai,” ujar Rudi.

Dijelaskan Rudi, pemohon mengajukan lagi permohonan perluasan bangunan dan perbaikan persyaratan. “Prosesnya sekitar 1-2 bulan dan satu bulan kemudian kami mengeluarkan IMB perbaikan tersebut,” ujarnya.

Saat majelis hakim menanyakan, apakah proses pengajuan IMB baru tidak mengalami hambatan. Saksi Rudi menjawab tidak. Sebab pemohon sudah melengkapi semua syarat-syarat yang dibutuhkan sehingga tidak ada alasan pihak saksi tidak mengeluarkan IMB perbaikannya.

“Secara administratif, persyaratannya sudah lengkap. Misalnya, surat rekomendasi dari Lanud Atang Sanjaya terkait ketinggian, Amdal (Analisis Dampak Lingkungan) untuk aksebilitas, site plane peruntukan dan sebagainya,” ungkap Rudi.

Menanggapi pertanyaan JPU terkait surat kuasa, saksi menjawab benar seperti yang diperlihatkan di persidangan. Pemohon bisa diwakili dengan surat kuasa. Namun, saat saksi ditanya penasihat hukum RY apakah tandatangannya seperti yang tertera disurat kuasa.

“Saya tidak bisa memastikan karena berkas tersebut sudah diperiksa seksi perizinan, di mana saya membawahi empat seksi,” kata Rudi.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa yang menanyakan biaya pengurusan IMB dan perizinan lainnya, saksi menjawab bahwa biaya-biaya tersebut sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2012, tidak ada biaya lain di luar yang ditetapkan dalam perda tersebut.

“Kami hanya terima biaya IMB yang besarannya seperti diterapkan dalam perda dan bukti kuitansi yang diperlihatkan dalam sidang. Semua biaya-biaya tersebut disetor melalui transfer bank,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pada sidang sebelumnya saksi korban Lucky Azizah selaku komisaris PT JMC yang merupakan induk dari PT Muhammad Medika Abadi menyebutkan dari gambar yang diperlihatkan kepada dirinya RSGM dibangun tujuh lantai dengan satu basement. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *