JAKARTA – Ada yang berbeda dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk pertama kalinya, insan pers resmi dilibatkan sebagai peserta dalam berbagai perlombaan internal KPU. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPDEM).
Ketua Umum KPPDEM Achmad Satryo menilai pelibatan wartawan menjadi sinyal positif keterbukaan KPU terhadap insan pers. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga mempererat hubungan antara penyelenggara pemilu dengan media.
“Ini merupakan hal yang sangat baik. Untuk pertama kalinya teman-teman pers dilibatkan dalam lomba internal KPU sebagai peserta. Ini menunjukkan adanya keterbukaan dan kedekatan yang semakin baik antara KPU dengan insan pers,” ujar Satryo di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Suasana kebersamaan juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Seluruh jajaran KPU, mulai dari office boy (OB), staf hingga pimpinan, tampak berbaur mengikuti perlombaan bersama wartawan. “Yang menarik, semua duduk dan berbaur bersama. Tidak ada sekat antara pimpinan, jajaran staf maupun teman-teman pers. Semuanya ikut menikmati suasana dan semangat yang sama,” katanya.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak cukup hanya menjadi momentum mengenang sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan kebersamaan dan semangat gotong royong.
“Momentum menyambut HUT RI ini selain untuk merefleksikan kembali hari kemerdekaan kita, perlu juga kita maknai dengan kebersamaan. Kemerdekaan itu kemudian kita isi bersama-sama, tanpa sekat,” ujar Afifuddin.
Sekretaris Jenderal KPPDEM Nopri Agustian juga menyambut positif keterlibatan wartawan dalam kegiatan internal KPU. Ia menilai hubungan penyelenggara pemilu dengan media perlu dibangun tidak hanya melalui kegiatan formal, tetapi juga lewat ruang kebersamaan.
“Semoga ini menjadi awal yang baik menuju demokrasi yang lebih baik. Keterbukaan seperti ini penting, karena pers memiliki peran strategis dalam mengawal proses demokrasi dan memberikan informasi kepada masyarakat,” kata Nopri.
Menurut Nopri, suasana tanpa sekat tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan KPU dalam membangun komunikasi dengan insan pers. “Ketika tidak ada sekat, komunikasi akan lebih mudah. Ketika komunikasi terbangun dengan baik, tentu pengawalan terhadap demokrasi dan pemilu juga akan semakin baik,” pungkasnya. (din/jo)







Komentar