oleh

Pimpinan PT KB Valbury Sekuritas Dipanggil KPK Saksi Dugaan Korupsi di PT Taspen

JAKARTA-Pimpinan perusahaan sekuritas atau Head of Finance and Treasury PT KB Valbury Sekuritas Sarifuddin Sitorus dipanggil penyidik KPK, Jumat (17/5/2024). Dia dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus korupsi bermodus investasi fiktif di PT Taspen (Persero).

Hal itu dikatakan Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri terkait pemanggilan saksi tetsebut. “Hari ini tim penyidik menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi Sarifuddin Sitorus selaku Head of Accounting Finance PT Valbury Sekuritas Indonesia 2002-2022 dan Head of Finance and Treasury PT KB Valbury Sekuritas 2022-sekarang,” ujar Ali Fikri.

Namun sejauh ini belum dijelaskan lebih rinci kaitan antara saksi maupun perannya sehingga dia dipanggil KPK. Dalam perkara tersebut, tim penyidik KPK telah memeriksa Direktur Utama PT Taspen (Persero) Antonius Nicholas Stephanus Kosasih.

Penyidik KPK mengkonfirmasi kepada Antonius terkait kebijakannya selaku Direktur Investasi merangkap Ketua Komite Investasi dalam merekomendasikan penempatan dana PT Taspen (Persero) sebesar Rp1 triliun.

Dikatakan Ali Fikri, pemeriksaan terhadap Kosasih dilakukan soal jabatannya sebagai Direktur Investasi PT Taspen tahun 2019-2020 dan jabatannya sebagai Direktur Utama PT Taspen tahun 2020-sekarang.

Selain itu, Kepala Desk Manajemen Risiko PT Taspen (Persero) periode Desember 2019-Mei 2020 bernama Sariniatun juga telah diperiksa penyidik KPK. Dia dikonfirmasi terkait pengajuan rekomendasi resiko dalam penempatan dana PT Taspen (Persero) sebesar Rp1 triliun.

Pada 8 Maret 2024, KPK telah mengumumkan dimulainya penyidikan kasus dugaan korupsi bermodus investasi fiktif di PT Taspen (Persero) dan penempatan dana investasi sebesar Rp1 triliun.

Dugaan korupsi ini diduga melibatkan beberapa perusahaan lain sehingga diperkirakan telah menimbulkan kerugian keuangan negara hingga ratusan miliar rupiah.

Tim penyidik KPK juga telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Para pihak yang ditetapkan sebagai tersangka beserta uraian lengkap perkara akan disampaikan saat dilakukan penahanan terhadap para tersangka.

KPK juga telah memberlakukan cegah keluar negeri terhadap dua orang yang terdiri dari satu orang penyelenggara negara dan satu pihak swasta.

KPK juga telah melakukan penggeledahan di tujuh lokasi, antara lain lima lokasi yang digeledah meliputi dua rumah di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, satu rumah di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, satu rumah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dan satu unit apartemen di Belleza Apartemen, Jakarta Selatan.

Dalam penggeledahan ditemukan berikut diamankan bukti, yakni berupa dokumen ataupun catatan investasi keuangan. Selain itu, alat elektronik dan sejumlah uang dalam pecahan mata uang asing yang diduga nantinya dapat menerangkan dugaan perbuatan dari para tersangka.

Dua lokasi lainnya yang digeledah, yakni kantor pihak swasta yang berada di Office 8 Building SCBD, Jakarta Selatan dan Kantor PT Taspen (Persero), Jakarta Pusat.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *