oleh

TNI AL dan Tim Gabungan Gerak Cepat Tanggulangi Gempa M 7,0 di Pelabuhan L. Say Maumere

​JAKARTA — Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) bergerak cepat menanggulangi dampak gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Pelabuhan L. Say Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).​Gempa berpusat di laut pada kedalaman 10 km (38 km Timur Laut Mbay, Nagekeo) tersebut terjadi pukul 05.58 WITA.

Menanggapi kondisi darurat, tim perbantuan TNI AL langsung diterjunkan mulai pukul 08.00 WITA untuk menyisir lokasi, mengamankan area pelabuhan, serta mengevakuasi warga terdampak.

​Berdasarkan pendataan awal di lapangan, bencana ini merenggut dua korban jiwa, yakni Bernadus Muda (66) dan Maria Diana Meliana (54), akibat tertimpa material beton. Sementara dua korban luka lainnya telah mendapatkan perawatan medis darurat.

​Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S., menegaskan bahwa personel TNI AL berkolaborasi erat dengan PT Pelindo untuk menjaga stabilitas objek vital pascagempa. Langkah ini krusial guna mengamankan kawasan pelabuhan sekaligus memastikan jalur logistik maritim tetap terbuka dan terkendali.

​Aksi tanggap darurat ini merupakan wujud nyata kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sesuai penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Hingga kini, TNI AL terus menyiagakan personel di lokasi guna mengantisipasi gempa susulan. (aga)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *