JAKARTA — Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Bacadnas Kemhan RI) resmi melepas ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) kementerian dan lembaga untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan dan Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang II Tahun 2026.
Pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, S.Sos., dalam apel pemberangkatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat di Halim, Jakarta.
Turut hadir mendampingi Kabacadnas dalam agenda strategis tersebut, Sekretaris Badan Cadangan Nasional (Ses Bacadnas) Kemhan RI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah serta Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Bacadnas Kemhan RI Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan, bersama para kepala biro dan pejabat jajaran kementerian/lembaga terkait.
Dalam keterangannya kepada media, Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan bahwa pembentukan Komcad ASN Gelombang II ini merupakan bagian dari target besar proyeksi tahun 2026 untuk mencetak 4.000 anggota komponen cadangan dari unsur ASN Kementerian/Lembaga.
”Sebagaimana gelombang pertama yang telah resmi kita tutup pada akhir Mei lalu, proyeksi tahun 2026 ini menargetkan 4.000 ASN kementerian/lembaga terprogram menjadi anggota Komcad. Hari ini kita memasuki tahap gelombang kedua,” ujar Letjen TNI Gabriel Lema.
Proses rekrutmen gelombang kedua ini diawali dengan seleksi kesehatan yang telah berlangsung hampir satu bulan dan berakhir pada 11 Agustus. Sebanyak 2.159 ASN yang lolos tahap awal kini diberangkatkan menuju lima Satuan Pendidikan (Satdik) untuk menjalani seleksi lanjutan selama satu minggu, meliputi seleksi mental ideologi, psikotes, dan kesamaptaan jasmani.
”Setelah seleksi tiga materi tersebut, Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dijadwalkan dibuka secara resmi pada 24 Agustus 2026 dan berlangsung selama 1,5 bulan. Para peserta yang lulus akan ditetapkan secara resmi sebagai Komponen Cadangan pada 7 Oktober 2026 mendatang,” terang Kabacadnas.
Mengulas hasil evaluasi dari Gelombang I, Letjen TNI Gabriel Lema menyoroti adanya peningkatan kualitas, etos kerja, serta kolaborasi antar-kementerian yang semakin solid. Menariknya, pada Gelombang II ini terdapat fenomena luar biasa dari tingginya militansi dan kemauan mandiri para calon peserta.
Kabacadnas menceritakan adanya beberapa peserta yang secara medis awal (richex) disarankan tidak melanjutkan, namun secara pribadi memohon dan menunjukkan tekad bulat untuk tetap ikut serta membela negara.
“Keinginan pribadi mereka sangat tinggi untuk ikut. Tentu kami tidak serta-merta mengizinkan tanpa pengawasan. Tim dokter kembali melakukan pemeriksaan ketat. Jika memang kondisi memungkinkan dan dapat dikawal dengan ketentuan khusus, kita berikan kesempatan. Ini adalah potret nyata kebangkitan karakter bangsa—semangat juang layaknya para pejuang kemerdekaan kita dahulu,” tegas Jenderal Bintang Tiga tersebut.
Target 2 Batalyon Komcad Per Kabupaten/Kota
Menjawab pertanyaan awak media mengenai arah penguatan postur defense ke depan, Kabacadnas mengungkapkan bahwa pengembangan Komcad dirancang seirama (in line) dengan pembentukan dan penguatan Komponen Utama (TNI).
Dalam sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata), Komcad bertindak sebagai pengganda (multiplier) dan perbesar kekuatan TNI.
“Konsep pengembangan komponen utama mengandung konsekuensi bahwa Komcad juga kita kembangkan seirama. Jika setiap kabupaten/kota ke depan terkawal oleh Batalyon Teritorial Pembangunan, maka Komcad juga diselaraskan. Secara pelan tapi pasti, program kita menyiapkan pembentukan 2 Batalyon Komponen Cadangan di setiap Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Penataan Komcad bagi ASN Pemerintah Daerah (Pemda) provinsi serta kabupaten/kota juga terus bergulir, diawali dari Sulawesi Selatan dan akan disusul oleh berbagai provinsi lainnya di seluruh Nusantara setelah bulan Oktober.
“Ini bukan sekadar pembentukan fisik, tetapi soal membangun jiwa korsa, persatuan, dan tanggung jawab bersama. Tantangan bangsa ke depan semakin kompleks dan cepat. Hanya bisa dijawab jika sesama anak bangsa saling menguatkan, menyatukan langkah, dan berdiri bersama menjaga kedaulatan NKRI,” pungkas Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema. (aga)







Komentar