oleh

KILA Kembali Digelar, Tahun Ini Mengambil Tema Alam dan Budaya Indonesia

JAKARTA – Pentas drama musikal ‘Sahabat Anak Indonesia’ sebagai bagian dari sosialisasi kegiatan Kita Cinta Lagu Anak (KILA) tahun 2024 berlangsung meriah. Kegiatan yang digelar di The Ice Palace, Kuningan, Jakarta pada Jumat (17/5) tersebut dihadiri ratusan anak dan guru dari 15 sekolah di wilayah DKI Jakarta.

Mereka antusias menyaksikan para Duta KILA (juara lomba menyanyi KILA sejak 2020). Di antaranya Zhafira Krissandria (Madiun), Rachel Aurellia (Jakarta), Dorrein Isabella (Depok), Dua Saka (Madiun), Theodore Manuel (Tangerang Selatan), dan Shabiyya Bilqis (Sidoarjo). Mereka tampak ceria dan polos, melantunkan 1 theme song dan 15 lagu baru KILA. Di antaranya; lagu Kita Pasti Bisa, Kereta Api Lewat, dan Karena Kita Sahabat.

Penampilan anak-anak tersebut diiringi sanggar tari Fantasia Indonesia, Maureen R. Tauhatu (Koordinator Komunikasi), Tanti Hudoro (Vocal Director), Alfa Agustiar (Pembuat Aransemen Musik), dan Dino Kristianto (Penata Musik dan Vokal).

Ketua Tim Kerja Apresiasi dan Literasi Musik Kemendikbud Ristek, Edi Irawan menyampaikan KILA secara konsisten digelar setiap tahunnya dengan misi menyediakan lagu anak-anak yang berkualitas sesuai dengan usia anak-anak. “Ini adalah bagian penting setelah dua dekade lebih tidak ditemukan lagu anak yang baru, penyanyi anak yang menjadi idola,” ujar Edi.

Selain itu, KILA juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem lagu anak Indonesia. “Jadi Kemendikbudristek akan terus memfasilitasi orang tua dan guru-guru untuk mendampingi anak-anaknya agar menggemari lagu sesuai usia. Karena ini adalah investasi kita untuk 5 hingga 10 tahun yang akan datang,” lanjut Edi.

Ketua Tim Kerja Apresiasi dan Literasi Musik Kemendikbud Ristek, Edi Irawan

Selama 5 kali digelar, kini KILA telah memiliki 16 lagu baru dengan warna music yang lebih dinamis sesuai karakteristik anak termasuk juga duta-duta KILA. Edi berharap lagu-lagu tersebut dapat menarik hati anak-anak untuk beralih dari lagu-lagu dewasa ke lagu anak-anak.

Edi bersyukur bahwa dari tahun ke tahun, antusiasme masyarakat untuk mengikuti lomba yang digelar tim KILA terus meningkat secara signifikan. Mereka tidak hanya berasal dari sekolah-sekolah di perkotaan tetapi juga dari daerah-daerah.

Lebih lanjut Edi mengatakan dalam KILA, ada tiga hal yang perlu diperhatikan yakni lagu harus baru, music dan aransemennya dinamis sesuai anak sekarang, dan lagu harus sesuai untuk anak-anak. “Dari pada anak-anak menggemari lagu-lagu K-Pop atau lagu-lagu dewasa, lebih baik menghadirkan lagu-lagu anak yang baru,” tegasnya.

Tahun ini KILA mengambil tema alam dan budaya Indonesia. Dengan sosialisasi yang lebih luas, Edi berharap semakin banyak anak-anak juga pencipta lagu anak yang terlibat dalam kegiatan KILA. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *