oleh

Oknum Mahasiswa Edarkan Narkoba Via Medsos, Ditangkap

POSKOTA. CO – Tujuh pengedar narkotika dibekuk Satuan Narkoba Polres Bogor di empat lokasi berbeda. Jaringan pengedar narkotika ini diketahui polisi, setelah media sosial yang digunakan untuk memasarkan barang terlarang ini, terlacak petugas.

Instagram yang dijadikan sarana pemasaran narkotika, menyasar kalangan muda sebagai pembeli. Keuntungan yang fantastis dari penjualan narkotika ini, sangat fantastis.

Kapolres Bogor, AKBP Harun didampingi Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Eka Candra Mulyana serta Kasie Humas, AKP Ita Puspita Lena dan KBO Narkoba, Iptu Yogi Nugraha mengatakan, narkoba jenis biang sintentis dan tembakau sintetis kian marak dipasarkan pengedar lewat media sosial.

Para tersangka yang ditangkap di empat lokasi berbeda ini, polisi berhasil menyita barang bukti 23,34 Kg biang sintetis, 1,5 Kg tembakau sintetis siap pakai, 2 timbangan digital, 2 pak plastik klip besar, 26 lembar kardus packing, 3 gulung lakban segel, 3 gulung buble wrap warna hitam, 4 botol plastik berisi alkohol, 1 dirigen berisi alkohol, 9 gelas neraca, 50 kertas merek robusta, 34 plastik klip warna hitam.

Hasil pemeriksaan sementara menurut AKBP Harun, tujuh pelaku yang diamankan masing-masing, IB (21), penjual pakaian online yang tinggal di Jakarta Selatan, DN (31), karyawan katering yang tinggal di Cibinong, Bogor.

“Untuk dua tersangka ini kami tangkap di Gadog, Cipanas. Mereka adalah pelaku yang menguasai wilayah Bogor dan Tangerang. Sudah dua bulan mereka beroperasi. Saat penangkapan, kami amankan 1.443 gram biang sintetis,”kata AKBP Harun Jumat (10/9/2021).

Kapolres Bogor, AKBP Harun dan Kasat Narkoba, AKP Eka Candra Mulyana saat memberikan keterangan pers.

Selanjutnya dari pengembangan dan keterangan tersangka IB, petugas akhirnya menangkap MF (22), yang sebelumnya pernah ditetapkan sebagai DPO. Ia diketahui berada disebuah apartemen di Kota Bandung. MF yang berprofesi sebagai pengusaha kedai kopi ini ditangkap bersama TH (20), adik sepupunya.

Dari kedua pelaku, polisi menyita 15.350 gram biang sintetis yang sudah disimpan dalam boks plastik, 2 timbangan digital, 2 plastik klip besar, 26 kardus packing, 3 gulung lakban segel dan 3 gulung buble wrap warna hitam.

“Dua pelaku bersaudara ini yang memasok narkotika ke pelaku IB melalui media sosial IG. Dua tersangka bersaudara ini sudah 2 tahun berbisnis narkotika,”ujar AKBP Harun.

Petugas yang terus bergerak berdasarkan keterangan pelaku yang sudah ditangkap, lalu kembali menangkap LP (23). Ia merupakan kaki tangan tersangka MF yang masih berstatus sebagai oknum mahasiswa di salah satu universitas di Ciputat.

“Untuk tersangka LP, seorang mahasiswa ini kami tangkap disebuah apartemen di Pondok Aren, Tangerang. Tersangka LP selain edarkan biang sintetis, juga mendirikan home industry untuk memproduksi tembakau sintetis siap pakai. Bisnis terlarang yang dipasarkan lewat IG ini sudah digeluti mahasiswa ini selama 1 tahun,”ujarnya.

“Barang bukti yang disita berupa 3.600 gram biang sintetis, 1.056 gram tembakau sitentis siap pakai, 4 botol plastik isi alkohol, 1 dirigen berisi alkohol, 9 gelas neraca, 50 kertas merek Robusta dan 34 plastik klip warna hitam,”katanya lagi.

Petugas kemudian menangkap lagi AD (23) dan AR (24). Kedua pelaku yang merupakan kakak beradik kandung ini ditangkap di Jalan Pondok Serut, Tangerang Selatan.

“AD dan AR juga masih berstatus mahasiswa disalah satu kampus di Jakarta Selatan. Kakak beradik ini sudah menjual biang sintetis selama 5 bulan melalui media sosial.
Dari tangan keduanya, kami sita barang bukti 2.950 gram biang sintetis. Total keseluruhan barang bukti yakni 23,34 Kg yang jika di rupiahkan mencapai Rp23 miliar lebih,” tegas AKP Eka Candra.

Atas perbuatannya, para tersangka yang kini menjalani penahanan di Mapolres Bogor, guna proses pemeriksaan terancam pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara diatas 5 tahun. (yopi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *