oleh

Kuasa Hukum Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur Minta Penjelasan Polres Brebes

POSKOTA.CO -Kasus pencabulan anak di bawah umur yang terjadi d iwilayah Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes pada bulan Juni 2020 lalu hingga saat ini belum ada kejelasan, padahal pihak keluarga korban telah melaporkan ke pihak Polres Brebes.

Harto Banjar Nahor selaku Kuasa hukum korban mengatakan, kasus itu telah dilaporkan kepada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes per tanggal 5 Juni 2020 lalu dan pihaknya mendatangi Mapolres Brebes dalam rangka menanyakan tentang kejelasan laporan terebut.

Harto menjekaskan, di Polres Brebes pihaknya ditemui oleh KBO Reskrim Polres Brebes, Iptu Arifin Teguh Widodo.

“Tujuan kami meminta kejelasan atas kasus pencabulan tersebut. Sebab, usia korban saat ini masih di bawah umur, yakni berusia 16 tahun. Sehingga keluarga korban menilai kasus tersebut harus ditangani secepatnya,” kata Harto.

Harto juga mengungkapkan, selama 7 bulan korban tidak ada pendampingan dari pihak terkait untuk memulihkan traumanya.

“Kondisi keluarga korban secara ekonomi terbilang pas-pasan. Saat ini kondisi psikologis korban masih depresi, trauma. Saya mendampingi korban sebagai kuasa hukum juga karena rasa empati dan kepedulian dengan keluarga korban,” ujarnya.

Lebih lanjut Harto memaparkan, peristiwa tragis tersebut terjadi di salah satu rest area Brebes selama 2 hari berturut-turut. Yakni dari tanggal 3-4 Juni 2020. Korban diduga dicabuli oleh beberapa pemuda yang rumahnya tak jauh dari rumah korban.

Menurut pengakuan korban, peristiwa itu berawal saat korban berkenalan dengan salah seorang pelaku melalui media sosial Facebook, tak lama berselang korban diajak ketemuan oleh pelaku bersama satu temannya di Rest Area tersebut.

Setelah dirayu pelaku, korban dipaksa untuk membuka pakaiannya. Setelah itu, kedua pelaku menyetubuhi korban di tempat sepi.

“Setelah dicabuli di rest area, korban dibawa ke rumah teman pelaku yang lainnya. Di rumah itu ada dua teman pelaku dan dua pelaku yang mencabulinya. Jadi ada empat laki-laki di situ, di mana setelah diajak makan, korban digilir oleh empat pelaku, di hari yang sama,” beber korban.

Lebih lanjut Harto menjelaskan, setelah itu korban dibawa oleh dua pelaku ke rumah pelaku lainnya. Di rumah itu pula, korban kembali dicabuli untuk beberapa kalinya.

Korban baru pulang ke rumah dua hari kemudian setelah dicabuli. Korban tiba-tiba ada di kantor kepala desanya di pagi buta sekitar pukul 04.00 WIB. “Korban pun dijemput oleh pihak keluarga di kantor kepala desa yang ada di Kecamatan Bulakamba. Saat itu, korban ditanyai oleh keluarga atas dua hari kepergiannya. Mengetahui apa yang menimpa korban, ibu korban mengalami depresi berat,” ungkapnya.

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Brebes, Iptu Arifin Teguh Widodo, mengakui bahwa keluarga korban melaporkan kasus tersebut sejak 5 Juni 2020 lalu. Pihaknya sudah dua kali memanggil pelaku namun tidak hadir karena bekerja di laut.

Arifin mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan kasus tersebut lebih lanjut sehingga dalam kasus ini, polisi mengakui belum dilakukan gelar perkara dengan pihak korban maupun pelaku.

“Saat akan diproses dan kami memanggil pelaku dua kali namun pelaku tidak hadir karena sedang melaut dan tidak pulang ke rumah tinggalnya. Yang jelas, kami secepatnya segera akan lakukan gelar perkara,” pungkas Arifin kepada awak media. (Fahroji/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *