oleh

Jaksa Gadungan Diduga Peras Pengusaha Berperkara di KPK

POSKOTA.CO-Seorang jaksa gadungan bermana Rully Nuryawan diringkuus Tim Khusus Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung di sebuah hotel di Semarang. Jaksa gadungan itu melakukan pemerasan terhadap pihak yang berperkara dengan KPK.

Dari tangan jaksa gadungan disita Rp300 juta disimpan dalam mobil miliknya. Uang itu disebut-sebut berasal dari HS, Direktur PT Duta Mas Indah (DMI) Cabang DI Yogyakarta. “KPK mengapresiasi rekan-rekan tim Jamintel Kejaksaan Agung yang telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (26/8/2021).

Jaksa gadugan tersebut ditangkap pada Selasa (24/8/2021) saat sedang berada di hotel. Sementara HS disebut-sebut sedang berperkara di KPK karena sebelumnya pernah dipanggil oleh penyidik antirasuah sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Dalam hal ini, Ali Fikri terus mengingatkan semua pihak yang tengah berperkara di KPK agar waspada dengan adanya modus penipuan mengatasnamakan KPK atau institusi penegak hukum lainnya. Selain itu, bagi siapa saja sedang berperkara di KPK agar menaati proses hukum sesuai azas dan prosedurnya. “Jangan coba kasak-kusuk ataupun berupaya melakukan hal yang melawan hukum,” tegas Ali.

KPK lanjut Ali selalu berkomitmen dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi secara profesional dan menjunjung tinggi azas keadilan. “Apabila mengalami peristiwa seperti ini, segera lapor ke KPK melalui call center 198 atau kepada Aparat Penegak Hukum setempat,” tambahnya.

Sementara Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, penangkapan jaksa gadugan itu berawal dari laporan masyarakat. Pelaku diduga telah menerima sejumlah uang dengan nilai fantastis. Termasuk menerima uang dalam penyelesaian perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa gadungan Rully diduga telah melakukan penipuan terkait pengurusan proyek pengadaan IT di Bank Jawa Barat (BJB) sebesar Rp40 miliar. Rully menerima uang senilai Rp1,9 miliar dengan memberi janji proyek IT di BJB.

Setelah uang diberikan dan dilakukan pengecekan di Kejagung RI, ternyata nama Rully tidak tercatat di Kejagung. Dia juga menerima uang Rp 300 juta dari seseorang untuk penyelesaian perkara di KPK.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.