JAKARTA–Sungguh mengerikan dan menggemparkan. Sebuah ruangan milik ketua yayasan sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel) ditemukan sebanyak 995 pucuk senjata api berbagai jenis.
Selama ini ruangan penuh misteri itu terkuunci rapat tanpa seorang pun bisa masuk. Sejauh ini belum diketahui apa motif mantan ketua yayasan berinisil IWD menyimpan ratusan pucuk senjata api tersebut.
Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto dalam keterangannya di Polres Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026) mengatakan, penemuan ratusan pucuk senjata api itu saat pihaknya membuka paksa pintu ruangan yang telah lama terkunci dengan pendampingan kepolisian.
“Pada tanggal 10 dan 11 Juli 2026, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk amunisi dan beberapa aksesori senjata lainnya,” ujar Hermawanto kepada awak media.
Selain ratusan pucuk senjata api, di dalam ruangan tersebut juga ditemukan barang lain yang diduga narkoba dan CD porno. Seluruh barang tersebut ditemukan di dalam ruangan bekas ketua yayasan berinisial IWD yang telah diberhentikan pada 18 April 2026.
Dijelaskan Hermawanto, selama ini seluruh kunci ruangan dibawa IWD sehingga pihak sekolah tidak memiliki akses untuk masuk ruangan tersebut. “Kami berharap kepolisian sangat serius memproses perkara ini karena berkaitan dengan senjata dan juga keamanan nasional,” tegasnya.
Selain itu menurut Hermawanto masih ada satu ruangan lain yang menyerupai bunker dan hingga kini belum berhasil dibuka. Pihak sekolah berharap ruangan seperti bunker segera ditindaklanjuti kepolisian untuk dibuka. “Kami berharap tidak ada lagi senjata yang ditemukan di sana,” imbuhnya.
Sementara itu, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji menyebutkan, awalnya pihak sekolah hanya hendak membuka ruangan untuk kepentingan operasional guru. Ketika pintu dibuka paksa bersama polisi, mereka menemukan barang-barang yang diduga berkaitan dengan senjata api.
Senjata api dimaksud ada senjata laras panjang kaliber 5,56, senjata genggam kaliber 40 dan 9 milimeter. Ada juga magazine jenis Glock, Walther, magazine M4 lengkap dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang.
Diakatan Untung Sangaji, pihaknya heran alat pembuat amunisi tersebut bisa berada di lingkungan sekolah. “Alat pembuat peluru kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di sit,” ujarnya.(Omi)
Teks foto: Barang bukti ratusan pucuk senjata api







Komentar