oleh

Kemarau dan El Nino Bikin Jakarta Membara, Pramono Perintahkan Jajaran Bikin Hujan Buatan Melalui OMC

JAKARTA – Musim kemarau membuat panas di Jakarta makin membata, bahkan di sejumlah kawasan mulai dilanda kekeringan. Dalam upaya antisipasi agar dampak kemarau tidak semakin parah, Pemprov DKI Jakarta akan membuat hujan buatan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah menyiapkan sejumlah langkah memperkuat mitigasi menghadapi dampak fenomena El Nino dan musim kemarau berkepanjangan di Jakarta. Salah satunya, mengizinkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membuat hujan buatan.

“Setelah melalui kordinasi yang matang dengan berbagai lintas sektoral, maka kami memutuskan untuk memulai membuat hujan buatan melalui OMC. Rencananya dilakukan dua kali hujan buatan dalam sepekan dan nanti bisa dievaluasi sesuai kebutuhan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/8).

Diakuinya musim kemarau panjang disertai fenomena El Nino membuat suhu udara makin panas. “Kondisi ini bukan hanya terjadi di Jakarta, tetapi di sejumlah negara mulai mengalami kepanasan yang berkepanjangan. Khususnya di Jakarta dan sekitarnya akan kita lakukan OMC yakni tindakan memanen awan mendung agar menjadi hujan di daratan,” paparnya.

Pramono menjelaskan bahwa dirinya selaku Gubernur sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca kalau ada awan. Tujuannya untuk meredam panas dan kekeringan,” ungkapnya.

Pramono menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BNPB, dan BMKG, puncak El Nino diperkirakan akan terjadi pada akhir September hingga pertengahan Oktober. Fenomena El Nino ini dinilai menjadi salah satu yang terpanjang dibandingkan pada 2023 lalu.

Meskipun potensi munculnya awan tergolong kecil, namun Pramono meminta jajarannya untuk mempersiapkan pelaksanaan OMC atau hujan buatan.
Selain mengantisipasi dampak fenomena El Nino, Pramono juga meminta jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran dan kendala pasokan air bersih.

Nantinya, kata dia, seluruh Wali Kota di Jakarta akan menyosialisasikan mengenai Jaga Jakarta guna mengantisipasi terjadinya hal tersebut. Pramono pun mengimbau setiap pengurus RW agar menyiapkan APAR sejak dini untuk mencegah potensi kebakaran di pemukiman akibat musim kemarau.
“Itulah dua hal harus konsentrasi kita tangani yaitu air bersih dan kebakaran,” tandas Pramono. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *