oleh

Bupati Labura Sumut Ditahan KPK Terkait Kasus Mafia Anggaran

POSKOTA.CO-Bupati Labuhanbatu Utara  Sumatera Utara (Sumut) Kharuddin Syah Sitorus alias Buyung ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (10/11/2020). Kharuddin diduga terlibat kasus mafia anggaran.

Kharuddin ditahan dan dititipkan di rumah tahanan (rutan) Polres Jakarta Pusat. “Penahanan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, Selasa (10/11/2020).

Penahan terhadap orang nomor satu di Labuhanbatu Utara (Labura) itu dilakukan KPK setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 45 orang saksi dan para tersangka. “Penahanan untuk 20 hari ke depan terhitung tanggal 10 November 2020 sampai 29 November 2020,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar kepada wartawan, Selasa (10/11/2020).

Selain Kharuddin, KPK juga melakukan penahanan terhadap mantan Wakil Bendahara Umum (Wabendum) PPP Puji Suhartono (PJH). “Tersangka PJH di Rutan Polres Jakarta Timur,” ujar Lili.

Nama Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah Sitorus sebelumnya disebut dalam dakwaan Yaya Purnomo. Dalam dakwaan itu, Kharuddin disebut memberikan gratifikasi senilai Rp 400 juta dan SGD 290 ribu kepada Yaya Purnomo terkait DAK Labuhanbatu Utara 2018.

Yaya Purnomo yang merupakan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) divonis 6,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan. Yaya terbukti bersalah berkongkalikong dengan mantan anggota DPR Amin Santono agar Kabupaten Lampung Tengah mendapatkan alokasi tambahan anggaran dari APBN 2018.

Selain itu, Yaya juga disebutkan terbukti menerima gratifikasi berupa uang seluruhnya Rp 6,5 miliar, USD 53 ribu, dan SGD 325 ribu, yang tidak berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajibannya atau tugasnya. Penerimaan itu berkaitan dengan jasa Yaya yang menjanjikan delapan daerah mendapatkan alokasi anggaran di DAK dan DID APBN tahun 2018.

Kedelapan daerah yang dimaksudkan itu, yakni Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Kampar, Kota Dumai, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kota Balikpapan, Kabupaten Karimun, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tabanan.

Penyidik KPK terus mengembangkan kasus itu, sejumlah pihak yang dijerat sebagai tersangka dan bahkan juga sudah divonis bersalah. Salah satunya eks anggota DPR Sukiman.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *