oleh

3 TERSANGKA KORUPTOR AJUKAN PRAPERADILAN

Sutan Bhatoegana
Sutan Bhatoegana
POSKOTA.CO – Setelah Hakim Sarpin memenangkan praperadilan Komjen Budi Gunawan, dampaknya para tersangka koruptor ikut melakukan pengajuan prapredailan. Setelah Menteri Agama Suryadharma Ali, dan anggota DPR-RI Sutan Bathoegana, kini giliran Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Hadi Poernomo mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sidang perdana praperadilan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali akan digelar pada Senin (30/3) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Sidangnya sudah ditentukan, 30 Maret 2015,” kata Humas PN Jakarta Selatan I Made Sutrisna di kantornya, Senin.

Made juga mengatakan sudah melayangkan surat undangan kepada pihak pemohon yakni kuasa hukum Suryadharma dan pihak termohon atau Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa hari lalu.
PN Jakarta Selatan juga sudah menentukan hakim yang akan menangani sidang praperadilan Suryadharma. “Hakimnya juga sudah ditentukan, Tati Hardianti,” kata Made.

Pada Senin (23/2) Suryadharma Ali dan tim kuasa hukumnya mengajukan permohonan gugatan praperadilan terkait penetapan status tersangkanya dalam kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan ibadah haji periode 2010-2013 oleh KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sementara, Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Hadi Poernomo mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan dirinya sebagai tersangka.”Praperadilan diregister pada 16 Maret 2015 dengan nomor register 21/Tik.Trap/2015/Pnjkt.Sel,” kata pengacara Hadi, Yanuar P Wasesa melalui telepon di Jakarta, Senin.

Hadi Poernomo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait penerimaan seluruh permohonan keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) Pajak Penghasilan Badan PT BCA, Tbk tahun pajak 1999.

KPK sudah dua kali memanggil Hadi sebagai tersangka, yaitu 5 dan 12 Maret 2015, namun Hadi tidak memenuhi kedua panggilan tersebut karena mengaku sakit jantung dan hingga saat ini dirawat di RS Pondok Indah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *