KALTIM – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menegaskan di wilayah IKN memiliki potensi sekitar 1.100 hektare kawasan yang dapat dikembangkan untuk penanaman mangrove. Menurutnya, pohon bakau sangat penting untuk menjaga ekosistem pesisir dan menjadi solusi berbasis alam dalam memperkuat ketahanan kawasan pantai.
“Kami terus Kembangkan hutan mangrove di beberapa kawasan untuk memperbaiki sistem perairan di Kalimantan Timur,” ujar Basuki saat menghadiri acara Media Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8). Menurutnya rehabilitasi hutan mangrove di Kalimantan Timur yang dilakukan M4CR di bawah komando Kementerian Kehutanan RI dan dibiayai Bank Dunia diprioritaskan di kawasan IKN dan sekitarnya.
Kata Basuki, perlindungan garis pantai selama ini identik dengan pembangunan infrastruktur fisik seperti tanggul atau bangunan sipil. “Padahal, fungsi tersebut juga dapat dijalankan secara efektif melalui pendekatan alami dengan memanfaatkan ekosistem mangrove. “Mangrove ini menurut saya mengurangi atau memprotek abrasi. Jadi pantai itu kalau nggak diprotek, dia abrasi, makanya terus berkurang terus. Tapi kalau mangrove ini, dia mengurangi abrasi,” ujar Basuki.
Basuki menegaskan OIKN akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan M4CR mengingat Kalimantan Timur membutuhkan rehabilitasi mangrove untuk menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan. “Jadi kita mulai M4CR ini dari IKN, kami akan support penuh, karena kami membutuhkan itu, Kalimantan Timur membutuhkan M4CR ini. Jadi mudah-mudahan pantai kita bisa terlindungi dengan secara alami, secara natural, secara botanical infrastructure ini, sehingga kita kembali ke alam lagi,” tutup Basuki dilanjutkan dengan menekan tombol sirine sebagai tanda peresmian Mangrofest 2026 di IKN.
Selama dua tahun memimpin daerah otorita, Basuki menggalakkan program penghijauan dengan target menanam 5 juta pohon. “Setidaknya tiap dua minggu saya menanam berbagai jenis pohon,” ujar Basuki sambil menunjuk sekeliling komplek gedung IKN sudah mulai dipenuhi pepohonan yang lumayan besar.
Nanti pada perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus, OIKN bersama segenap stake holders dan komunitas masyarakat bakal menanam 17 ribu pohon di kawasan IKN. “Targetnya sepuluh tahun ke depan, kawasan IKN akan jadi format city atau kota,” tandas Basuki.
“Saya dan para pimpinan di sini, tiap merayakan hari ulang tahun dilakukan dengan cara menanam pohon,” kata Basuki didampingi sejumlah narasumber seperti Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan OIKN Mia Amalia, Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH, Muhammad Zainal Arifin, dan Sustainable Mangrove Management Coordinator (perwakilan Direktur Rehabilitasi Mangrove PDASRH), Suwignya Utama.
Muhammad Zainal Arifin menambahkan bahwa sejak masuknya M4CR memotivasi masyarakat merehabilitasi hutan mangrove, baik di pantai maupun tepi Sungai Mahakam. “Namun karena batang mangrove ini sangat bagus untuk bahan arang, maka pohon bakau ini sering dibakar warga untuk dijadikan barang arang,” ungkap Zainal. (jo)







Komentar