MALANG — Deru mesin turboprop memecah keheningan Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Sebuah pesawat angkut taktis bertubuh gagah dengan tail numberA-2119 perlahan mendarat mulus di runway. Begitu roda menyentuh bumi Arema usai menempuh ferry flight dari markas PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, siraman air dari tradisi water salute langsung menyambutnya—sebuah penghormatan hangat bagi “burung besi” baru yang siap mengabdi demi kedaulatan NKRI.
Menurut rilis yang diterima media ini Sabtu (1/8/2026), pesawat NC-212i A-2119 ini bukan sekadar tambahan armada. Ia adalah unit kedelapan dari total sembilan unit NC-212i yang dipesan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk menggembleng kekuatan TNI Angkatan Udara, khususnya di bawah naungan Skadron Udara 4, Grup 1 Angkut.
Prosesi penerimaan berlangsung khidmat dan penuh rasa bangga. Ditandai dengan pembukaan logo pesawat serta penyerahan Sertifikat Kelaikudaraan Pertahanan (Certificate of Airworthiness/CoA) dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan kepada Komandan Grup 1 Angkut, A-2119 secara resmi dinyatakan siap mengemban tugas negara.
Dalam amanatnya, Komandan Grup 1 Angkut, Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma, S.T., M.M., M.Han., menegaskan bahwa kehadiran armada buatan dalam negeri ini merupakan langkah nyata modernisasi alutsista sekaligus bukti ketangguhan industri pertahanan nasional.
“Penerimaan pesawat NC-212i A-2119 ini sejalan dengan program prioritas TNI Angkatan Udara dalam modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan. Dengan bertambahnya kekuatan pesawat angkut, kesiapan operasional satuan akan semakin meningkat untuk menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” tegas Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma.
Ia juga menekankan bahwa kebanggaan atas karya anak bangsa ini harus dibayar tuntas oleh seluruh jajaran Skadron Udara 4 dengan profesionalisme tinggi, disiplin baja, serta komitmen mutlak terhadap keselamatan terbang dan kerja (flight and work safety).
Kehadiran NC-212i buatan PTDI mempertegas pesan penting: Indonesia mampu mandiri dalam mengawal kedaulatan wilayahnya. Dikenal lincah, fleksibel, dan sanggup beroperasi di landasan pendek maupun terisolasi, pesawat angkut ini menjadi alutsista vital untuk berbagai misi—mulai dari mobilitas pasukan, pengangkutan logistik, hingga operasi kemanusiaan di pelosok negeri.
Dengan bergabungnya NC-212i A-2119, kepakan sayap Skadron Udara 4 kini semakin kokoh. TNI AU kian siap menerbangkan panji-panji keberanian, menjaga stabilitas keamanan, dan mengawal kedaulatan langit Nusantara. (aga)







Komentar