oleh

Warga Pasir Putih ‘Geram’, DPRD Depok  Minta Pembangunan Sarana Olahraga Distop

POSKOTA.CO – Warga sejumlah RW di Kel. Pasir Putih, Sawangan khususnya di sekitar lokasi pembangunan proyek ruang terbuka atau area terbuka buffer zoe di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung dan lapangan sepakbola geram dan marah dengan beberapa anggota Komisi A DPRD Kota Depok yang meminta kegiatan tersebut dihentikan atau distop.
“Apalagi proyek seluas total 8 Ha yang diperuntukan lahan terbuka buffer zoe di bekas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung dan sekitar 1 Ha  untuk sarana olahraga di RW 02 dan 04, Kel. Cipayung serta Pasir Putih,” ujar Adi Jandek, mantan Ketua RW 08, Kel. Pasir Putih, Sawangan, Senin sore (23/11).
Kegeraman warga ini adanya permintaan anggota Komisi A DPRD Kota Depok terkait perataan tanah untuk proyek lapangan sepakbola yang dilakukan secara swadaya masyarakat namun harus dihentikan dengan alasan ada unsur politik menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2020.
Menurut dia, proyek perataan tanah untuk lapangan olahraga di Kel. Pasir Putih sudah ditunggu dan diharapkan sejak 1995 namun baru sekarang terlaksana. “Warga butuh lapangan olahraga karena memang sangat penting sarana tersebut baik untuk olaharaga, bersantai maupun lainnya,” katanya.
Hal yang sama diutarakan, Erwin Zulfikar, tokoh pemuda Kel. Pasir Putih, yang dengan tegas mengatakan kegiatan gotobg royong atau swadaya warga melakukan perataan tanah sudah melalui proses seperti sepengetahuan pengurus warga, RT, RW, kelurahan dan kecamatan.
“Ini dilakukan sambil menunggu program Pemkot Depok dilahan seluas 8 Ha untuk area buffer zoe di lahan sekitar TPA Cipayung yang kerap menimbulkan bau busuk dari sampah,” ujarnya yang menambahkan sambil menunggu proyek Pemkot Depok dilakukan maka warga berinisiatif menyiapkan lahan untuk ruang terbuka hijau dan lapangan sepakbola.
Diakuinya, lahan yang diratakan warga milik Pemkot Depok dan kegiatan itu sama sekali tidak ada unsur politik apalagi mendukung paslon dalam Pilkada serentak mendatang. “Mohon maaf pak Dewan yang meminta penghentian pekerjaan melalui telepon ke pengurus RW 02. Warga tetap akan melanjutkan kegiatan karena sangat butuh sarana olahraga untuk masyarakat banyak,” ujarnya. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *