oleh

Keluarga Korban Pembunuhan di Sawangan Berharap Pelaku Dihukum Mati

POSKOTA.CO – Keluarga korban pembunuhan di Sawangan yang kerangka jenazah ditemukan terkubur di kontrakan dan kawaaan Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor berharap pelaku J alias Juan, 20, dihukum mati.

“Kami sudah mengikhilaskan kepergian kakaknya almarhum Didin namun meminta pihak kepolisian dan pengadilan hendaknya menjatuhkan hukuman yang setimpal atau hukuman mati,” kata Rani, adik korban usai pemakaman almarhum Didin di TPU Makam Besar, Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Senin (24/11/2020).

Seluruh keluarga korban sama sekali tidak habis pikir dengan aksi nekat Juan yang telah dianggap keluarga sendiri bahkan sering kali dibantu oleh sang kakak atau almarhum Didin. Tidak itu saja bahkan pelaku juga dicarikan kerja, dikasih uang dan apa saja pasti dituruti almarhum.

Menurut dia, pelaku Juan dianggap sebagai adiknya sendiri sehingga dirinya tidak merasa curiga aksi yang dilakukan Juan. “Malah sempat ikut menemanin mencari almarhum Didin saat dicari keluarga selama menghilang tanpa takut diketahui dia pembunuhnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, pihaknya tengah melakukan rekontruksi di lingkungan Mapolres Depok untuk mennghindari kerumunan massa di kontrakan di kawasan Sawangan dan pelaku Juan masih terus dimintai keterangan karena kerap berubah ubah penjelasannya.

Keterangan pelaku, tambah dia, tersangka ini sudah memiliki pacar, si kakaknya belum memiliki calon. Adiknya ingin segera nikah namun tidak bisa nikah sebelum kakaknya nikah. Kemudian, tersangka beberapa kali mendesak abangnya agar segera menikah. Namun yang didesak justru merasa tersinggung dan kerap naik pitam selama dua bulan sebelum pembunuhan itu terjadi.

Merasa kerap disalahkan akhirnya tersangka melakukan pembunuhan terhadap kakaknya dengan sebelumnya memukul menggunakan tabung gas elpiji dan membekak mulutnya. Setelah melihat korban kemudian bingung dan akhirnya menggali lahan di dapur untuk mengubur korban guna menghilangkan jejak.

Tersangka J terancam dikenalkan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 340 KUHP. Pembunuhan perencanaan dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau 15 tahun penjara, katanya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *