oleh

Sudin CKTRP Segel Bangunan Delapan Lantai di Permukiman Jalan Krekot Bunder 1

POSKOTA.CO – Tak, tek, tok, duk, begitulah suara yang terdengar dari alat manual palu saat penyegelan papan segel di tembok pembangunan delapan lantai yang bertengger berdiri tegak di permukiman Jalan Krekot Bunder 1 RW 05, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Penyegelan pembangunan bermasalah yang dikeluhkan warga masyarakat di tiga RT yakni RT 002, 003 dan 004 di RW 05 Pasar Baru, Sawah Besar ini dipimpin langsung Kepala Suku Dinas (Kasudin) Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Pusat Zulkifli Arby beserta jajarannya sekitar pukul 11.30 WIB, didampingi Wakil Camat Sawah Besar dan Lurah Pasar Baru di lokasi, Selasa (14/9/2021).

Sementara itu, warga RT 002/RW 05 Pasar Baru, Fery, yang rumahnya rusak akibat dampak dari pembangunan itu berharap, setelah ditindak dengan penyegelan oleh Sudin CKTRP Jakarta Pusat, pengembang atau pemilik bangunan semestinya mengurus perizinan mulai dari Amdal, IMB dan lain-lain serta menyelesaikan rumah warga yang rusak akibat dampak dari pembangunan tersebut.

“Setelah ditindak dengan penyegelan oleh Sudin CKTRP, pembangunan ini harus berhenti dan mengurus seluruh perizinannya maupun menyelesaikan kerusakan rumah warga yang rusak,” paparnya.

Senada dengan Ketua Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat Dede Sulaeman bersama Sandicky wanti-wanti kepada jajaran petugas Sudin CKTRP Jakarta Pusat untuk tidak kendor melakukan pengawasan pembangunan yang bertengger delapan lantai di permukiman Jalan Krekot Bunder 1, RW 05 Pasar Baru. Meskipun sudah disegel petugas Sudin CKTRP Jakarta Pusat jangan lengah mengawasi pembangunan itu, karena pengembang maupun pemilik pembangunan tersebut belum menyelesaikan rumah warga yang rusak akibat dampak dari pembangunan delapan lantai itu.

“Hal yang sangat penting pembangunan itu harus menyesuaikan perizinan. Intinya, kami ingatkan pengawasan dari Sudin CKTRP Jakarta Pusat jangan sampai kendor juga dalam melakukan pengawasan bangunan bermasalah itu dan tidak boleh ada aktivitas pengerjaan pembangunan. Apalagi petugas Sudin CKTRP ‘kemasukan angin’,” tegas Om Delman panggilan akrab Ketua Dekot Jakarta Pusat Dede Sulaeman. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *