oleh

Warga Kananga Desak Kejaksaan Lidik BUMDes ‘Bina Usaha’, Diduga Dana Desa Mengendap 105 Juta

KUNINGAN -Warga Desa Kananga, Cimahi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendesak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan, segera melakukan penyelidikan terhadap pengelolaan anggaran BUMDes ‘Bina Usaha’ desa setempat, khususnya dalam kegiatan program ketahanan pangan (ketapang) tahun anggaran 2025 lalu.

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga Desa Kananga yang meminta identitasnya tidak disebut, saat bertemu POSKOTAONLINE.COM, di salah satu tempat, Rabu (12/8/2026) sore.

“Terinformasi, ada anggaran yang tidak diserap kegiatan BUMDes tahun 2025 lalu sekitar 105 juta rupiah dari total modal 167 juta rupiah, terparkir atau mengendap berbulan-bulan di buku rekening BUMDes, ada apa ?,”singgungnya bertanya.

Sebenarnya sambung warga ini, masih banyak kepentingan umum masyarakat yang harus diperhatikan kemudian menjadi tertunda karena dana desa sebesar 20 persen tersalur ke BUMDes. Namun lanjutnya oleh BUMDes ini ternyata dana tersebut didiamkan dan tidak disalurkan maksimal.

Sehubungan itu, dirinya meminta pihak Penyidik Kejaksaan Negeri Kuningan dapat melakukan penyelidikan terhadap pengelolaan keuangan BUMDes tahun anggaran 2025 dalam program ketapang.

“Hal ini perlu ditempuh agar dapat diketahui dengan sebenarnya transaksi arus keluar masuk uang pada buku rekening BUMDes, sehingga lebih terang-benderang,” pintanya.

Sebelumnya secara terpisah, Direktur Bumdes ‘Bina Usaha’ Desa Kananga, Eti saat dikonfirmasi di balai desa setempat, menjelaskan, pada tahun anggaran 2025, program ketapang yang dilakukan pihaknya, tertumpu hanya pada satu tematik nabati berupa perkebunan buah semangka.

“Kami tahun 2025 hanya mengalokasikan anggaran untuk kegiatan perkebunan semangka totalnya sekitar 55 juta dari dana desa yang kami terima 167 juta rupiah,”terang Eti.

Diakuinya ada sisa anggaran tahun 2025 yang tidak dialokasikan saat itu sekitar 105 juta rupiah, sehubungan tidak ada tematik usaha lain yang dilakukan.

“Sisa anggaran itu tetap aman tersimpan dalam buku rekening BUMDes, sebab kami hanya mengambilnya sesuai dengan fakta riil kebutuhan saja,”pungkas Eti. (Cep).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *