JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai aksi premanisme di kawasan Pasar Tanah Abang sangat meresahkan masyarakat. Untuk itu, ia meminta Polda Metro Jaya untuk menindak tegas demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak sekali pemalakan yang dilakukan komplotan preman terhadap pedagang kaki lima, pengemudi angkutan umum maupun pengendara pribadi. Aksi premanisme ini harus segera dihentikan,” kata Gubernur Pramono kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/4).
Pramono telah memerintahkan Satpol PP DKI Jakarta untuk menjaga ketertiban umum di kawasan ekonomi tersebut. Kalau melihat aksi pemalakan, mulai yang terkecil, harus segera dihentikan. Tapi Pramono sendiri leh berharap kepada jajaran polisi untuk menindak tegas aksi premanisme yang umumnya dilakukan kawanan preman dengan membawa senjata tajam. “Jika polisi yang menangkap, maka perkara pidana bisa berlanjut ke pengadilan untuk membuat jera pelaku,” tandasnya.
Secara terpisah Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth juga menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman keras terhadap aksi pemalakan di Tanah Abang, terutama yang dialami sopir bajaj dengan nilai pungli mencapai Rp100 ribu per hari. “Praktik pungli tersebut sangat merugikan rakyat kecil yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian,” tegasnya.
Ia juga menilai kejadian ini mencoreng upaya penataan kawasan yang selama ini dilakukan pemerintah. “Ini jelas merugikan rakyat kecil dan tidak boleh dibiarkan. Tanah Abang adalah kawasan strategis, sehingga harus bebas dari praktik-praktik tidak terpuji seperti ini,” ujar Kent. (jo)







Komentar