KUNINGAN-Warga Desa Cikeusik, Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendesak pihak Dinas Pendidikan (Disdik) segera melakukan evaluasi dan monitoring (monev) terhadap kegiatan program revitalisasi satuan pendidikan TK Bougenville di desa setempat. Proyek yang didanai APBN tahun 2026 sebesar Rp. 273.308.000, (dua ratus tujuh puluh tiga juta tiga ratus delapan ribu rupiah) itu diduga berjalan tidak sesuai regulasi (ketentuan) pemerintah.
Salah seorang warga Cikeusik yang meminta identitasnya tidak disebut, saat bertemu POSKOTAONLINE.COM, Jum’at (14/8/2026) pagi, mengkritisi pelaksanaan program tersebut.
“Saya mencium proyek pembangunan yang sedang berjalan pada TK Bougenville ini hanya dikuasai segelintir oknum tertentu,”sindirnya.
Disebutkan warga ini, bahkan pembentukan Tim Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), diduga hanya menjadi ‘kedok’ formalitas untuk memproteksi kegiatan proyek dimaksud.
“Terinformasi yang menjadi Ketua Tim P2SP kegiatan revitalisasi TK Bougenville itu Pak Joko notabene merupakan Sekdes Cikeusik,”ungkapnya.
Terpisah, saat dikonfirmasi, Sekdes Cikeusik, Joko Suhendro mengakui jika dirinya ditunjuk selaku Ketua P2SP program revitalisasi TK Bougenville.
“Tapi saya sebagai Ketua P2SP tidak mengetahui pengelolaan proyek ini sebab secara teknis tidak dilibatkan oleh pihak sekolah,”jelas Sekdes yang akrab disapa Uhen ini.
Sementara itu, Kepala TK Bougenville Cikeusik, Euis Rohayati, S.Pd., ketika dikunjungi POSKOTAONLINE.COM, di kantornya, Jum’at (14/8/2026) tidak memberikan kesempatan untuk dikonfirmasi.
“Mohon maaf saya ada kegiatan di luar dan sekarang sudah ditunggu,”ucapnya sambil bergegas izin untuk meninggalkan.(Cep/fs).







Komentar