JAKARTA – Perjalanan Jakarta menuju kota global turut mendorong Bank Jakarta memperkuat kualitas layanan dan memperluas keterhubungan dengan masyarakat. Di saat yang sama, bank milik Pemprov DKI itu berharap kolaborasinya dengan Persija Jakarta dapat ikut membawa semangat baru bagi kota yang akan memasuki momentum lima abad pada 2027.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pemerintah daerah ingin menjadikan olahraga sebagai salah satu kekuatan baru untuk memperluas daya tarik Jakarta. Tidak hanya sebagai tempat berlangsungnya pertandingan, tetapi juga sebagai destinasi yang mampu mendatangkan masyarakat dari berbagai daerah.
“Pemprov DKI membuka ruang yang lebih luas bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga di Jakarta, termasuk pertandingan sepak bola Persija Jakarta,” kata Pramono pada acara Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick -Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8).
Menurut Pramono, pengembangan olahraga di Jakarta tidak dapat dilepaskan dari upaya membangun kebanggaan warga terhadap kotanya. “Persija telah menjadi salah satu simbol kebanggaan. Karena itu, pemerintah tidak hanya memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga mulai menyiapkan berbagai aspek pendukung agar Jakarta semakin nyaman sebagai lokasi kegiatan olahraga,” jelas Pramono.
Pramono mengatakan, peluang tersebut tidak hanya terbuka untuk sepak bola. Berbagai pertandingan olahraga lain juga diharapkan dapat digelar di Jakarta dengan dukungan fasilitas dan kemudahan yang disiapkan pemerintah. “Pemprov DKI juga membuka diri terhadap penyelenggaraan konser maupun kegiatan berskala besar lainnya di sejumlah venue, termasuk JIS dan Gelora Bung Karno (GBK),” tandas Pramono.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo mengatakan, perubahan Jakarta berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang modern, cepat, dan mengikuti perkembangan teknologi. “Hal tersebut menjadi salah satu alasan Perusahaan terus melakukan transformasi, baik dari sisi digital maupun cara perusahaan membangun hubungan dengan masyarakat,” tegas Dirut Agus.
Menurut Agus, perubahan tersebut diperlukan agar bank yang membawa nama Jakarta mampu mengikuti perkembangan kota dan tuntutan masyarakatnya. Agus mengatakan, Bank Jakarta tidak ingin sekadar mengikuti perubahan yang terjadi di Jakarta, tetapi juga berupaya meningkatkan kapasitas perusahaan agar mampu bersaing sebagai lembaga keuangan yang semakin profesional dan modern.
Agus menyebut penguatan digital menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Karena itu, Bank Jakarta meluncurkan situs baru BankJakarta.co.id sebagai bagian dari pembaruan pengalaman digital masyarakat ketika berinteraksi dengan layanan perusahaan.
Namun, transformasi Bank Jakarta menurutnya tidak hanya berbicara mengenai teknologi. Perusahaan juga ingin tetap mempertahankan kedekatan dengan masyarakat sembari meningkatkan kualitas layanan dan daya saing.
“Jakarta is changing, begitu juga dengan Bank Jakarta. kami ingin Bank Jakarta semakin modern, profesional, digital, sehat, dan kompetitif tetapi tetap dekat dengan masyarakat,” ujar Agus. Status Bank Jakarta sebagai bagian dari Pemprov DKI tidak boleh menjadi satu-satunya alasan masyarakat menggunakan layanan perusahaan.
Kepercayaan publik, menurutnya, harus dibangun melalui kualitas dan kemampuan bank dalam memberikan layanan yang sesuai kebutuhan. “Di sisi lain, kolaborasi dengan Persija menjadi bagian dari upaya Bank Jakarta untuk semakin dekat dengan ekosistem masyarakat Jakarta. Persija memiliki basis pendukung yang luas melalui The Jakmania dan menjadi salah satu simbol yang lekat dengan identitas Ibu Kota,” tandas Agus. (jo)







Komentar