oleh

Kemdiktisaintek Dukung Pemkot Bandung Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

JAKARTA-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, dalam upaya  pengelolaan sampah berbasis teknologi dan inovasi. Dukungan tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, bersama Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan serta Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit P. Santosa, Kamis (13/8).

Mendiktisaintek menyampaikan adanya alternatif teknologi pengolahan sampah yang akan dikaji lebih lanjut, untuk melihat kesesuaiannya dengan kondisi Kota Bandung. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif, termasuk melalui pengolahan sampah sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

“Tim kajian untuk pengelolaan sampah menemukan terobosan baru yang sangat menjanjikan. Kita ingin coba pertama di Bandung. Dari situ, kita akan bisa menghitung dan menganalisis teknologi yang paling sesuai,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek menekankan bahwa penerapan teknologi perlu didasarkan pada kajian terhadap kondisi daerah, termasuk karakteristik sampah, kebutuhan kapasitas pengolahan, ketersediaan lahan, serta aspek teknis lainnya. Berbagai pengalaman penerapan teknologi pengolahan sampah di daerah lain akan menjadi salah satu rujukan dalam menentukan alternatif yang sesuai bagi Kota Bandung.

Dalam pembahasan tersebut, turut dikaji sejumlah pendekatan pengolahan, termasuk fasilitas pemilahan dan pemanfaatan hasil pengolahan sampah menjadi _Solid Recovered Fuel_ (SRF). Pengembangan fasilitas pemilahan menjadi salah satu bagian penting untuk memastikan sampah dapat ditangani melalui proses yang sesuai sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.

Wali Kota Bandung kemudian menyampaikan kesiapan kontribusi Pemkot Bandung dalam penanganan sampah ini. Selain itu, disampaikan juga pentingnya memastikan solusi pengelolaan sampah tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi pengolahan. Dalam pembahasan mengenai alternatif lokasi, ia menekankan bahwa keberadaan masyarakat dan aktivitas yang sudah berjalan di sekitar kawasan perlu tetap menjadi pertimbangan.

Pertemuan juga membahas kebutuhan pengolahan sampah dengan kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kondisi Bandung. Sejumlah alternatif kapasitas dan lokasi pengolahan turut menjadi bahan pembahasan, termasuk pendekatan yang memungkinkan pengolahan dilakukan lebih dekat dengan sumber sampah sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap tempat pemrosesan akhir.

Mendiktisaintek menilai persoalan persampahan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, pengembang teknologi, dan pihak-pihak lain yang memiliki kapasitas dalam pengelolaan sampah. Karena itu, kajian terhadap berbagai pilihan teknologi akan terus dilakukan untuk memperoleh solusi yang dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan di Kota Bandung.

Melalui kolaborasi tersebut, Kemdiktisaintek mendorong agar ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dapat semakin diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di daerah. Pengelolaan sampah menjadi salah satu ruang implementasi teknologi yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih berkelanjutan.(fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *