oleh

Kawasan Pasar Senen Semrawut, LP2AD Sebut Pejabatnya Tak Mendukung Program 100 Hari Gubernur Pramono

JAKARTA – Wajah kawasan Pasar Senen dari dulu tidak pernah berubah walaupun gonta-ganti pejabatnya. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu, Selasa (4/3/2025).

“Memang secara kasat mata wajah Pasar Senen dari dulu tidak pernah berubah, walaupun sudah gonta-ganti pejabat,” ungkap Victor.

Kritikan pedas ini disampaikan Victor untuk perubahan dan menjadi catatan penting dalam mendukung 12 program prioritas 100 hari kerja Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano ‘Doel’ Karno, salah satunya perluasan akses transportasi umum serta peningkatan kenyamanan berjalan kaki di Jakarta.

Menurut Victor, soal kawasan Senen yang tidak kunjung tuntas dikarenakan tidak adanya niat keseriusan pejabat dalam menyelamatkan aset fasilitas umum (fasum) shelter bus atau halte yang kini tinggal ‘tulang’ dan disulap menjadi lapak-lapak pedagang liar dan parkir liar, sehingga hak pejalan kaki diabaikan.

Padahal, dampaknya fasum pedestarian kanstin terlihat kotor dan dekil. “Pemprov Jakarta terkesan ‘cuek’ dengan asetnya yang ditelantarkan bertahun-tahun, sehingga estetika kota menjadi kumuh dan kotor padahal kawasan Senen merupakan ikon bersejarah seperti, Taman HKSN, Terminal dan Stasiun Senen.

“Ini menjadi catatan buruk untuk Gubernur Mas Pram dan Wagub Bang Doel karena kinerja pejabat yang saat ini tidak sejalan dengan program 100 hari Gubernur dan Wagub,” tegas Victor sembari berharap pejabat yang slow response segera dievaluasi ditambah lagi banyak kursi kosong yang diisi pelaksana tugas (Plt) dan pelaksana harian (Plh) yang menyebabkan pelayanan lamban dan wilayah semrawut. (*/van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *