POSKOTA.CO – Slogan Jakarta untuk Indonesia yang digaungkan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono hanya isapan jempol belaka.
Pasalnya, ruang publik, taman, jembatan maupun jembatan penyeberangan orang (JPO) di wilayah Jakarta Pusat saat ini berubah fungsi menjadi tempat pemasangan baliho dan spanduk partai politik (parpol), calon legislatif (caleg) tebar pesona menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
“Slogannya Pj Gubernur Heru Budi Hartono boleh juga, tapi tidak sesuai dengan keadaan dilapangan,” sindir Victor Irianto Napitupulu, ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Minggu (2/7/2023) sore.
Dia menyebut, pesta demokrasi Pemilu 2024 mendatang menjadi catatan buruk untuk Pj Gubernur Heru, karena ruang publik, taman maupun JPO dibiarkan menjadi rusak dan kotor oleh baliho parpol dan caleg yang sedang tebar pesona. “Semestinya DKI cerdas dalam menjawab ruang publik untuk memfasilitasi peserta pemilu agar tidak kumuh. Ruang publik, bukan ruang parpol dan caleg,” ungkapnya.
Terlebih, sambung Victor, jika menelisik slogan Sukses Jakarta untuk Indonesia. Tentunya, Pemprov DKI sudah mempersiapkan ruang publik untuk parpol. “Harus diingat juga bahwa pesta demokrasi tahun 2024 punya warna baru di dunia digital. Maka, Pemprov DKI seharusnya tanggap menjawab ruang publik dengan memfasilitasi peserta pemilu atau menertibkan ruang publik,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekda DKI Jakarta Sigit Wijaymoko ditanya hal tersebut hanya menjawab terima kasih atas perhatiannya. Sedangkan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Arifin saat dihubungi telepon enggan menjawab. (*/van)







Komentar