oleh

Dikelola Perumda Pasar Berintan, Parkiran Pasar Jagasatru Semrawut, Pengunjung Resah, Pemasukan Diduga Bocor

JAKARTA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Berintan baru saja mengambil alih pengelolaan parkir di Pasar Jagasatru, Cirebon, sejak awal bulan kemarin. Namun pengelolaan itu dikeluhkan pedagang dan pembeli karena dinilai semrawut bahkan juru parkir yang hanya dibayar murah.

Sujana, 57, salah satu pedagang di pasar Jagasatru menuturkan, sejak awal Desember kemarin memang pengelolaan parkir sudah tak lagi di kelola oleh perusahaan yang sebelumnya ditunjuk. Padahal kemarin parkiran terlihat rapi dan tidak semrawut seperti sekarang ini. “Sekarang yang jagain parkir seenaknya saja, sudah nggak rapi kayak kemarin-kemarin,” katanya, Senin (8/12).

Dikatakan Sujana, saat ini kendaraan yang akan masuk ke pasar hanya mendapat tiket sebagai biaya retribusi parkir. Bahkan ada juga kendaraan yang masuk tidak diberikan tiket oleh petugas yang berjaga. “Tiketnya cuma formalitas saja, soalnya ada juga yang nggak dikasih tiket. Malah kita mikirnya uangnya masuk ke kantong petugasnya saja,” ujarnya.

Menurut Sujana, adanya dugaan pencatutan uang parkir itu terjadi karena ketika parkiran dikelola oleh Perumda Pasar Berintan, juru parkir hanya dibayar rendah. Mereka yang bekerja hanya dibayar Rp75 ribu perhari tanpa ada gaji bulanan. “Ya karena dibayar kecil pasti berupaya cari tambahan, jadi mereka pasti ngantongin biar bisa dibawa pulang,” tuturnya.

Tidak ketatnya pengawasan itu sendiri, sambung Sujana, karena saat ini sistem parkir yang berlaku di pasar Jagasatru dilakukan secara manual. Hal itu berbeda dari sebelumnya yang menerapkan parkir dengan palang pintu dan sistem tiket yang ketat. “Sekarang karcisnya kan manual, ditulis tangan. Kalau kemarin juga tempat parkir ada kanopi, ada rambu parkir, petugasnya jelas berseragam, sekarang nggak ada, makanya kelihatan berantakan,” ungkap Sujana.

Sujana menambahkan, yang lebih parah saat ini tak ada asuransi untuk kendaraan yang masuk ke Pasar Jagasatru. Pasalnya di tiket yang diberikan bertuliskan “tidak mengganti kerugian kendaraan dan barang yang rusak/hilang”. “Istilahnya ini Perumda cuma ngambil uang dari pengunjung doang, tapi lepas tanggung jawab. Jangan begitu dong, itu sama aja bikin pengunjung malas datang lagi ke pasar,” katanya.

Terkait hal itu, pelaksana tugas (plt) Direktur Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, Winda Meliyana mengatakan, pihaknya memang menyadari akan adanya kesemrawutan parkir yang terjadi di pasar Jagasatru. “Insyaallah ini tidak lama, karena masih dalah tahap transisi. Memang sesuai perjanjian kerjasama perusahaan yang sebelumnya mengelola berakhir pada 30 November, jadi sekarang dikelola oleh kami sendiri,” katanya, yang dikonfirmasi wartawan.

Menurut Winda, karena belum kondusif itu juga memang berimbas dengan pendapatan parkir di Pasar Jagasatru selama beberapa hari belakangan ini. Meski begitu ia menyebut penurunan parkir tidak terlalu besar dan masih aman. “Memang mengalami penurunan, namun tidak signifikan dan karena diawal-awal itu masih belum kondusif. Di hari pertama dan kedua turun, tapi kesini-sini sudah oke,” ungkapnya.

Winda menambahkan, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah nantinya pengelolaan parkir di Pasar Jagasatru akan kembali dikelola oleh pihak ketiga. Karena gak itu masih menunggu arahan dan evaluasi selanjutnya. “Saya sendiri kan masih PLT (pelaksana tugas) dan belum ada definitifnnya, jadi belum tahu mengelolaan berikutnya seperti apa,” tukasnya. (Ifand/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *