JAKARTA – Banjir yang merendam daerah penyangga mencapai 5 meter dampak dari hujan ekstrem dan luapan Kali Ciliwung membuat rakyat merana.
Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mendesak Gubernur Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano ‘Doel’ Karno untuk mencopot tiga kepala dinas (kadis), yakni Kadis Lingkungan Hidup (LH), Kadis SDA, dan Kadis Bina Marga (BM).
Hal tersebut diungkapkan Victor Irianto Napitupulu, Selasa (4/3/2025). “Banjir yang merendam daerah penyangga Jakarta mencapai 5 meter, sungguh memprihatinkan karena rakyat dibuatnya merana,” ungkapnya.
Untuk tidak mengulangi peristiwa terendam banjir yang melanda Jakarta, LP2AD mendorong Gubernur Mas Pram dan Wagub Bang Rano mengevaluasi jabatan tiga kadis tersebut. Pasalnya, Kadis LH sudah menggelontorkan ratusan miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 untuk saringan sampah Kali Ciliwung apakah ini juga sudah maksimal dalam mengurai sampah atas luapan Katulampa.
Kemudian untuk Kadis SDA, pertanyaannya bagaimana tentang upaya mengendalikan sisiran kali di 13 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta apakah sudah maksimal. “Seperti contoh Banjir Kanal Timur (BKT) sudah seperti apa, dan Banjir Kanal Barat (BKB) juga sudah seperti apa. Kemudian bagaimana untuk pengendalian pintu-pintu air yang ada. Termasuk bagaimana tentang kegiatan SDA dalam menguras lumpur dengan UKPD terkait,” tanya Victor.
Selain itu, Kadis BM agar lebih fokus memprioritaskan penertiban utilitas (kabel udara) sebab persoalan utama BM harusnya terkonsentrasi dipersoalkan frekuensi yang dari dulu tidak terjawab termasuk masalah penataan utilitas di selokan got yang di dalamnya terdapat, pipa PAM, listrik, Telkom dan provider.
“Secara kasat mata Pemprov tidak siap dengan kejadian banjir yang merendam Jakarta. Publik minta Gubernur Mas Pram dan Wagub Bang Doel jangan cuman wara-wiri turun ke lokasi titik banjir saja, melainkan kerja cerdas dan cepat mencopot tiga kadis itu, sehingga Jakarta bisa menjawab Jakarta sebagai kota global,” imbuhnya. (*/van)







Komentar