oleh

Area RDF Rorotan Tebar Aroma Bau Lagi, LP2AD Sebut Proyek ‘Gatot’ Harus Dievaluasi

JAKARTA – Bau aroma menyengat kembali tercium di area uji coba area Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Tak hanya muncul aroma bau tak sedap saja ke permukiman warga, bahkan warga menilai bau menyengat dan berseliweran seperti hantu sedang bergentayangan.

“Teknologinya modern dan canggih tapi melempem proyek RDF Rorotan ini sudah berulangkali dilakukan uji coba, tetap saja bau tak sedap hingga dikeluhkan warga sekitar Perumahan Jakarta Garden City (JGC) RT 018 RW 014,” ungkap salah satu warga Rorotan, Cilincing, Jakut, Selasa (14/10/2025).

Selain itu, dari laporan beberapa warga di sekitar lokasi masih adanya bau menyengat pada waktu-waktu tertentu. “Dampak dari bau menyengat di area RDF Rorotan banyak warga yang terjangkit berbagai macam penyakit,” tambahnya.

Proyek ‘Gatot’
Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu sebelumnya mengingatkan berulangkali bahwa proyek Dinas Lingkungan Hidup (LH) yang menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,28 triliun segera dievaluasi karena dianggap proyek gagal total (gatot) bahkan hingga terjadi penolakan warga sekitar lantaran dipicu dari aroma bau tak sedap.

Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo saat memberikan keterangan konpres soal RDF Rorotan Cilincing Jakut di Balai Kota. (ist)

Pihak pengelola RDF mengklaim telah menggunakan teknologi modern yang mampu meminimalisasi polusi udara dan bau tidak sedap bahwa proses pengolahan sampah dilakukan di dalam gedung tertutup dengan tekanan udara negatif untuk mencegah bau keluar.

“Meskipun menggunakan teknologi canggih dan modern, area proyek RDF Rorotan Cilincing Jakut masih tebar bau tak sedap yang dikeluhkan warga. Yang jadi pertanyaan pada tanggal 15 Oktober 2025 apakah Gubernur masih berencana untuk meresmikan dalam uji coba,” tegas Victor, Selasa (14/10/2025) malam.

Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung Wibowo sebelumnya gembar-gembor menyatakan bahwa commissioning atau uji coba RDF Rorotan kembali dijalankan secara bertahap. Pada tahap awal, kapasitas pengolahan sampah RDF Rorotan mencapai 100-200 ton per hari, dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai kapasitas penuh.

Politisi PDIP ini juga memastikan RDF Rorotan dirancang dan bisa beroperasi tanpa menimbulkan bau ataupun polusi udara. “Saya penginnya nanti harus sampai dengan feeder ataupun sampah yang dimasukkan itu di atas 1.000 atau 1.500. jika itu bisa dilakukan tidak menimbulkan efek bau,” imbuhnya. (*/van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *