oleh

Digelar Sudin Pendidikan Wilayah I Jakbar, 180 Siswa Ikuti MPLS Program ‘Sekolah Kembali’ 

JAKARTA – Sebanyak 180 siswa mengikuti kegiatan pembukaan Masa  Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) program “Sekolah Kembali” yang digelar Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat (Jakbar) di SDN Mangga Besar 15 di Jalan Blustru, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Taman Sari, Selasa (28/7).

MPLS program “Sekolah Kembali” dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana. Dihadiri Ketua Komisi E DPRD Subki, anggota DPRD Kevin Wu, Kasudin Pendidikan Wilayah I Jakbar, Agus Ramdani, Asisten Kesra Jakbar, Depika dan para Kasudin Pendidikan se DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, program “Sekolah Kembali” ini merupakan tindaklanjut pesan dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung untuk memutus rantai ketidakberuntungan melalui pendidikan.

Program “Sekolah Kembali” yang diinisiasi oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakbar ini bertujuan untuk memastikan tidak ada satu pun anak Jakarta yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.

“Sesuai namanya, program ini
bertujuan untuk mengembalikan anak-anak ke jalur pendidikan, baik formal maupun non-formal,” katanya.

Menurut Nahdiana, kegiatan MPLS bagi siswa program “Kembali Sekolah” ini prinsipnya sama dengan sekolah reguler.

“Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memberikan inspirasi dan memotivasi mereka agar tetap bertahan menyelesaikan pendidikan, serta memberikan pengetahuan tentang lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Demikian halnya dengan kurikulum pendidikan yang diajarkan, Nahdiana mengatakan tidak ada perbendaan prinsip dengan sekolah reguler. Hanya secara substansi kurikulum pada jalur non-formal memiliki kemasan lebih banyak membekali mereka dengan peningkatan kompetensi.

Teknis pembelajarannya terdapat tiga metode, yaitu belajar di kelas, melalui modul, serta
penugasan keterampilan dan vokasi.

“Jadi secara umum materinya sama, yaitu masa pengenalan lingkungan sekolah agar mereka bisa beradaptasi kembali dengan proses belajar mengajar,” tambahnya.

Ditegaskan Nahdiana, para peserta program ini tidak dipungut biaya sama sekali. Bahkan terhadap siswa yang masuk kategori usia tertentu juga bisa mendapat KJP seperti peserta didik di sekolah jalur formal.

“Hari ini adalah acara pembukaan atau kickoff di sini dan nantinya akan diikuti oleh sepuluh wilayah lainnya di Jakarta,” tegasnya.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, Agus Ramdhani menambahkan, program ini memfasilitasi paket A, B dan C bagi warga di wilayah Kecamatan Taman Sari, Tambora, Cengkareng dan Kalideres.

Dari total 180 siswa yang mengikuti program, sebanyak 26 anak dari Kecamatan Tamansari, 59 anak dari Kecamatan Tambora, 57 anak dari Kecamatan Cengkareng dan 38 anak dari Kecamatan Kalideres.

Kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) masing-masing. Namun karena wilayah Kecamatan Taman Sari dan Tambora tidak memiliki SKB, kegiatan belajar mengajar di dua kecamatan itu dilaksanakan di SDN Mangga Besar 15 dan SDN Angke 03.

“Untuk di dua kecamatan ini tenaga pengajarnya terbatas, jadi melibatkan unsur dari Suku Dinas dan Dinas. Termasuk saya dan Bu Kadis dijadwalkan mengajar,” ujar Agus. (ta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *