BOGOR – Kasus hilangnya seorang pria bernama Alfian Maksalmina Windian berakhir tragis setelah ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terkubur di wilayah Cikeas, Kabupaten Bogor.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada 11 Maret 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Ia diduga menghilang tidak lama setelah melaporkan kasus penipuan mobil ke Polisi Militer.
Sebelum ditemukan, keluarga sempat menyebarkan flyer orang hilang melalui media sosial. Dalam informasi tersebut, korban terakhir terlihat mengendarai sepeda motor menuju kawasan Jalan Jambore, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Data terbaru yang dihimpun media ini, ciri-ciri terakhir korban yakni, memakai jaket Arai warna putih hitam, baju kuning, celana biru, sandal Crocs warna hijau dan tas selempang warna hitam. Keluarga mulai khawatir setelah korban tidak memberikan kabar selama beberapa hari, hingga akhirnya melaporkan kehilangan ke Polda Metro Jaya.
Setelah dilakukan pencarian intensif, korban ditemukan pada Rabu (25/3/2026) malam, dalam kondisi meninggal dunia dan terkubur di dalam tanah sedalam sekitar tiga meter di kawasan Cikeas. Temuan ini menguatkan dugaan adanya tindak pidana dalam kasus tersebut. Ia dilaporkan hilang pukul 03.00 WIB pada tanggal 11 Maret 2026.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi. Setelah itu, korban dimakamkan di TPU Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur. Penanganan kasus kini sepenuhnya berada di bawah penyelidikan Polda Metro Jaya, khususnya tim Resmob.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol. Alfian Nurrizal, sebagaimana dikutip media ini, Selasa (31/3/2026), menyatakan, laporan orang hilang di tingkat Polres Jakarta Timur telah dicabut, karena penanganan diambil alih oleh Polda Metro Jaya. Pihak keluarga menyebut bahwa polisi telah mengamankan terduga pelaku, meskipun hingga kini aparat belum merinci identitas maupun motif di balik kejadian tersebut.
Polisi masih terus mendalami motif pembunuhan serta pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tragis ini serta keterkaitan dengan laporan penipuan sebelumnya di Polisi Militer.
Kasus ini menjadi sorotan, karena dugaan keterkaitan antara laporan penipuan yang dilakukan korban dengan kematiannya. “Aparat kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang berujung pada tragedi tersebut,” tandasnya. (*/yopy)








Komentar