JAKARTA – Akibat dua hari sejumlah bandaranya ditutup imbas vulkanik anak gunung Krakatau, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengalami kerugian sekitar Rp40 miliar.
Hal tersebut diungkap Direktur Operasi InJourney Airports Agus Haryadi pada Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan, di Bandung Jumat (2/10/2026).
Kerugian tersebut disebabkan dari gangguan 200.000 penumpang yang mengalami gangguan perjalanan di sejumlah bandara yakni bandara, meliputi Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Banten, Bandara Pondok Cabe Banten, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel yang mengalami penutupan operasional.
Dia mencontohkan, bandara Soekarno-Hatta dalam kondisi normal per harinya terdapat 130.000 penumpang dengan 1.000 pergerakan pesawat. “Ini hanya Soekarno-Hatta, ditambah bebeapa bandara lainnya.
Selama dua hari, pengelola bandara harus menangani penumpang yang batal berangkat sekaligus penumpang yang sudah berada dalam perjalanan menuju bandara.
InJourney harus menyediakan bus untuk memobilisasi penumpang menuju bandara lain di Pulau Jawa, antara lain Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Pengelola bandara juga menyediakan akomodasi bagi penumpang yang tertahan, termasuk menampung sekitar 200 jemaah umrah yang telah tiba dari sejumlah daerah. Selain itu, penumpang yang berada di terminal diberikan makanan ringan dan air minum. (dwi)







Komentar