oleh

Polda Metro Jaya Kerahkan 26.386 Personel Gabungan, Amankan 99 Aksi Demo di Jakarta

JAKARTA–Polda Metro Jaya kerahkan 26.386 personel gabungan amankan 99 kegiatan masyarakat. Dari 99 kegiatan itu 73 di antaranya terkait penyampaian pendapat di muka umum atau unjuk rasa disejumlah titik wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Puluhan personel gabungan itu terdiri dari TNI, Polri, Pemprov DKI. “Pamdal DPR-MPR juga dipersiapkan untuk pengamanan 99 kegiatan masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto kepada awak media di Jakarta, Kamis (24/6/2026).

Sejumlah titik penempatan personel diantaranya, di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Silang Selatan disiagakan 4.020 personel. Sekitar Bundaran HI, Dukuh Atas hingga Thamrin 4.051 personel serta kawasan Gedung DPR/MPR sebanyak 3.663 personel.

Pengamanan juga dilakukan sejumlah lokasi lain, yakni Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebanyak 296 personel, Kementerian Pertanian dan Danantara 197 personel serta Komnas HAM dan Pengadilan Tinggi 102 personel.

Dijelaskan Kombes Bhudi Hermanto penempatan personel disejumlah titik unuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Selain itu Polda Metro Jaya juga menyiagakan 2.055 petugas kepolisian lalu lintas guna mengatur arus lalu lintas.

“Rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi arus lalu lintas. Tujunanya untuk memberikan ruang kepada saudara-saudara kita yang akan menyampaikan pendapat, begitu juga dengan aktivitas mobilitas masyarakat lainnya,” ujar Kombes Bhudi.

Pihaknya lanjut Kombes Bhudi mengimbau kepada masyarakat agar mencari rute alternatif guna menghindari kepadatan di area unjuk rasa. Warga dari Jakarta Barat yang menuju Monas diarahkan melalui Tomang dan Harmoni.

Dari Jakarta Selatan melalui Jalan Tendean dan Tugu Tani, sementara dari Jakarta Timur melalui Jatinegara dan Kramat Raya. Terkait elemen massa, kepolisian mencatat unjuk rasa di kawasan Dukuh Atas atau depan Gedung UOB akan diisi oleh elemen buruh yang dipimpin Andi Gani Nena Wea.

Sementara aksi di Gedung DPR/MPR diperkirakan akan dihadiri oleh 600 hingga 750 massa gabungan dari elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat tani. Di kawasan Monas, terdapat Aksi Kamisan serta gabungan elemen mahasiswa dan pekerja.

Kepolisian mengimbau peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi dengan damai, tanpa merusak fasilitas umum. Meski pengamanan mengedepankan langkah persuasif, kepolisian menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas dan terukur (preventive strike) terhadap pihak-pihak yang mencoba menunggangi kegiatan tersebut dan memicu kerusuhan.

Polda Metro Jaya juga melakukan langkah-langkah, seperti patroli siber atau media digital terhadap ajakan untuk mengganggu kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Satgas Gakkum (Satuan Tugas Penegakan Hukum) akan melakukan penindakan tegas, tepat, dan terukur yang melanggar aturan.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *