oleh

Terpidana Mati Kabur dari Lapas Kelas I Tangerang, Polisi Telisik Keterlibatan Oknum Sipir

POSKOTA.CO – Polisi masih menelisik dugaan keterlibatan sipir Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tangerang paska kaburnya Cai Chang Pan (53).

Terpidana mati asal China itu diketahui menggali lubang di dalam kamar sel dan lari setelah keluar melalui gorong-gorong.

“Kami sedang melakukan penyelidikan di internal Lapas, apakah ada kesengajaan dari pihak dalam atau tidak,” kata Kapolres Metro Tangerang Kombes Sugeng Hariyanto, Senin (21/9/2020).

Pihak kepolisian telah memeriksa dan mengintrogasi 5 orang terkait peristiwa yang mencoreng wajah Lapas Klas I Tangerang itu. Mereka terdiri dari 4 orang sipir dan satu orang narapidana. 

“Informasi yang di dapat kegiatan terkait napi yang kabur itu sudah berjalan 6 bulan,” ungkap Sugeng Hariyanto.

Polisi mengurut mundur kegiatan apa saja yang terjadi dalam kurun waktu 6-8 bulan terakhir. Alhasil diketahui bahwa pernah ada kegiatan pembangunan dapur di dalam Lapas sehingga Cai Chang Pan mendapatkan alat untuk menggali lubang sepanjang 30 meter dari kamar selnya. 

“Ini akan dikroscek apakah alat-alat tersebut yang diperoleh dari para tukang yang mengerjakan dapur tersebut. Kami juga masih meminta data siapa saja yang bekerja membuat dapur tersebut,” ujar Sugeng Hariyanto. 

Cai Chang Pan di vonis mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada 19 Juli 2017. Gembong narkoba asal China itu terbukti bersalah menyelundupkan 110 kilogram sabu di Banten.

Ini adalah aksi kedua Cai Chang Pan lari dari dalam penjara. Sebelumnya pria 53 tahun itu kabur saat menjadi tahanan rutan Direktorat Narkoba Mabes Polri di Cawang, Jakarta Timur bersama 6 tahanan lainnya, Selasa 24 Januari 2017. 

Caranya pun hampir sama. Cai Chang Pan melubangi tembok kamar mandi dengan batang besi. Setelah keluar dari ‘lubang tikus’, dia lalu melompat tembok setinggi 2,5 meter. 

Dalam tempo 3 hari sejak pelariannya, Polisi akhirnya kembali meringkus Cai Chang Pan Cs di Kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Mau tidak mau, pria asal China itu duduk di kursi pesakitan dan di vonis mati oleh ketua majelis Guntur Purwanto Joko Lelono. (Imam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *