oleh

Hujan Deras Guyur Bogor, Dua Petani Terjebak di Sawah

POSKOTA. CO – Hujan deras yang mengguyur wilayah barat Kabupaten Bogor, selama hampir empat jam, mengakibatkan air sungai naik.

Tingginya insensitas hujan dengan lamanya durasi waktu sejak Senin (21/9/2020) siang hingga sore ini juga membuat dua petani terjebak di sawah mereka, akibat dari akses keluar yang sudah terhalang oleh luapan aliran Sungai Cibunian yang berada di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Dua petani ini diketahui terjebak, karena debit air sungai yang hulunya berada di Gunung Salak itu terus meninggi hingga memasuki areal pesawahan yang tak jauh dari aliran sungai.

Anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Cibunian yang berada dilokasi, membenarkan adanya dua petani terjebak di sawah mereka, akibat dari luapan air sungai.

Bahkan Serka David, petugas Babinsa dari TNI mengatakan, dua petani yang terjebak banjir di area kolam ikan. Keduanya lalu dievakuasi dengan bantuan tambang.

“Dua petani yang terjebak itu lokasinya di persawahan yang ada di Kampung Cipatat. Upaya penyelamatan sudah dilakukan. Keduanya sudah di evakuasi. Keduanya selamat dan sudah bersama keluarga,”ujar Serka David kepada wartawan. “Mereka terlihat kedinginan, karena lama ya terjebak dan butuh waktu evakuasi.”

Ojat (36) dan Mamat (19), dua petani yang terjebak bercerita ke petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas, jika mereka sedang berada di kolam ikan, saat cuaca mendung dan gelap awan.

Tak lama berselang, turun hujan deras. Durasi hujan yang lama, membuat air sungai Cibunian dari atas naik dengan berubah warna menjadi cokelat.

Luapan air sungai langsung memasuki area kolam dan persawahan, tempat dimana mereka berada. Panik akan situasi dimana mereka terjebak, lalu berteriak tolong.

“Teriakan minta bantuan dua warga ini lalu didengar warga lain. Informasinya lalu di teruskan ke kami. Kami turun ke Kampung Cipatat, Desa Cibunian untuk melakukan upaya penyelamatan. Bersyukur tidak ada rumah warga yang terdampak,”ujarnya.

Hafiz, Sekertaris Desa Cibunian membenarkan, jika hujan sudah melanda wilayahnya sejak pukul 12.00 WIB Senin siang.

“Karena deras hujan, air dari hulu meluap dan merendam beberapa kolam ikan dan persawahan milik warga sekitar. Kami dari desa bersama warga dan petugas masih melakukan pendataan pemukiman yang berada di bantaran sungai. Hingga pukul 17.00 WIB, masih tinggi air karena hujan masih turun, walau hanya rintik,” kata Hafiz kepada wartawan Senin malam.

Dari data yang didapat dari berbagai sumber, akibat luapan air sungai Cubunian, jembatan penghubung yang menjadi lalulintas warga saat beraktifitas juga terbawa banjir.

BPBD Kabupaten Bogor juga sudah turun ke lokasi, guna melakukan langkah antisipasi dan membantu warga.

Petugas dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) akan melakukan penanganan dini, guna langkah antisipasi penyelamatan, jika terjadi lagi luapan air susulan.

Pihak BPBD dan desa mengimbau warga yang rumahnya berada di pinggir sungai, agar waspada dan berhati-hati. Bahkan jika perlu, akan dilakukan evakuasi ke tempat yang aman.

Hal ini dilakukan, karena petugas BPBD dan pihak desa setempat kuatir, jembatan utama penghubung kecamatan putus, akibat tak kuat menahan derasnya air.

“Air sungai Cibunian masih tinggi dan deras. Kami kuatir, jembatan penghubung kecamatan roboh. Kami selalu antisipasi,” ujarnya. (Yopi )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *